Pedagang Kuliner Kota Sukabumi Bingung Jika Styrofoam Dilarang

Sabtu 19 Nov 2016, 07:20 WIB
Pedagang Kuliner Kota Sukabumi Bingung Jika Styrofoam Dilarang

SUKABUMIUPDATE.COM - "Lah mana saya tahu kalau styrofoam mengandung zat yang berbahaya, terus kalau bahaya saya harus pakai apa untuk bungkus dagangan saya,” ungkap Didin (31), pedagang seblak yang biasa mangkal di Jalan Ir Djuanda, Kota Sukabumi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu, (19/11).

Mayoritas pedagang kuliner Kota Sukabumi akui, belum tahu jika styrofoam yang digunakan sebagai wadah makanan, mengadung zat yang membahayakan kesehatan. Selama ini menurut Didin, belum pernah ada sosialisasi dari pemerintah daerah (Pemda) tentang bahaya penggunaan bahan styrofoam sebagai wadah makanan.

“Selama ini nggak pernah ada yang ngasih info resmi. Baru kemarin-kemarin denger dari berita, itu juga di Bandung karena jadi penyebab banjir. Kalau memang mau dilarang Pemda harus ngasih solusi gantinya apa,” tutur M.Fadilah (38) pedagang bubur di Jalan Ir Djuanda.

“Perlu diketahui, jenis styrofoam dan plastik tidak dapat diurai dalam waktu singkat, seiring dengan itu sampah di pinggiran sungai juga kebanyakan sampah jenis ini," kata Staf Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Sukabumi Hendri Dwi Hikmawa kepada sukabumiupdate.com, Jumat (18/11).

Menurutnya, pembatasan terhadap styrofoam dan plastik penting untuk menekan penggunaan dan peredarannya. Saat ini, sampah di Kota Sukabumi 20 persen atau 36 ton perhari merupakan sampah yang tidak dapat diurai. Sebelum memberlakukan larangan penggunaan styrofoam, akan dilakukan kajian untuk mencari alternatif penggantinya.

Editor :
Berita Terkini