SUKABUMIUPDATE.COM - Kopi, musik, dan diskusi, adalah tiga padanan ideal. Berlatarbelakang personil Country Jack, Avhes Didit sang pemilik CKopi Gaud (baca: Cikopi Gaud), menunjukkan kecintaannya pada musik lewat live music performance setiap malam di kedainya. Senin-Jumat untuk home band, dan Sabtu-Minggu bagi musisi Sukabumi yang ingin tampil pada Jam Session.
Menyeruput cairan panas berwarna cokelat pekat dengan aroma memikat, adalah pilihan tepat saat berdiskusi, atau sekadar mencari mood booster saat jam istirahat. Kedai kopi bertingkat dua pada lahan seluas sekira 100 meter persegi itu, tersusun rapi meja dan kursi, khusus untuk penikmat kopi berkualitas di Sukabumi. Â

Kedai kopi di Jalan Ahmad Yani 23, Kota Sukabumi ini pun, bisa menjadi pilihan jika Anda merasa bosan dengan sajian kopi dari cafe langganan. Ragam jenis kopi seperti Toraja, Aceh Gayo, Java Preanger, Mandailing, dan lainnya, tersedia di sini.
“Ada varietas kopi lokal unggul. Beuh, luar biasa! Namanya Dampit Kopi, produksi Kadudampit, Kecamatan Cisaat. Dulu kita juga jual, tapi sekarang nggak pernah kebagian. Habis diborong orang luar,†terang Avhes kepada sukabumiupdate.com, Kamis (17/11).
Pria kelahiran 1963 ini bilang, dalam kopi terkandung banyak filosofi, salah satunya mengenai kesabaran. Lewat cara penyajian Vietnam Drip misalnya, proses pembuatannya diawali dengan menimbang biji kopi hasil roasting, lalu menggilingnya dengan kekasaran medium. Kekasaran kopi sangat mempengaruhi proses penyeduhan kopi, dan untuk mengetahuinya butuh pengalaman.
Setelah itu, goyang mengoyang harus dilakukan untuk membuat permukaannya menjadi rata. Takaran air pun harus pas, dan cara menuangnya di waktu yang tepat. Tepatnya kapan? Setelah melewati tahap penyaringan dan proses pre infusion.
Tinggal seruput? Belum, harap sabar, gan! Masih ada proses lain yang tidak bisa dijelaskan di sini.
Jika belakangan kopi kerap dijadikan "tersangka" penyebab timbulnya berbagai penyakit, adalah karena kurangnya pemahaman terhadap manfaat biji yang memiliki nama Latin Coffea itu. Kopi adalah anugerah Tuhan yang menghasilkan biji ajaib, nikmat, dan bermanfaat. Seperti halnya jenis herbal jika digunakan dengan benar.
“Jika kita bisa memanfaatkan dan menyajikannya dengan benar, kopi punya daya sembuh dan picu agar orang berpikir dan belajar. Salah besar, jika orang mengatakan bahwa kopi adalah pemicu maag, jantung, atau lainnya. Bukan karena kopi, tetapi karena bahan pengawet di dalam kopi pabrikan. Nah! Bahan pengawet ini yang menjadi masalah bagi kesehatan. Belum lagi tambahan aroma buatan, essence,†terang Avhes.
Makanya, menurut bapak dari enam anak ini, penikmat kopi pasti murka, jika kopi dituduh sebagai biang keladi timbulnya penyakit. Ia menyarankan, konsumsilah kopi yang berasal dari kopi segar melalui proses roasting (sangrai), grinding (tumbuk), kemudian seduh sendiri.
Menurut Avhes pula, espresso atau biang berbagai varian kopi, mulai digandrungi masyarakat Indonesia. Hal ini, karena espresso memiliki kandungan aphrodisiac yang bisa mendongkrak hasrat seks.
â€Banyak manfaat kopi bagi kesehatan, jika konsumsinya dikontrol. Normalnya dua atau tiga kali sehari,†tegas pria yang nampak khatam bicara hal ihwal kelebihan kopi dibanding minuman lannya itu.
Kedai kopi yang buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga 02.00 WIB ini, memiliki asal nama cukup unik. Gaud kependekan dari Gado-gado Udjang yang eksis sejak 1953, menempati lokasi yang kini ditempati kedai tersebut.
"Ini tempat peninggalan orang tua. Nama Gaud dipilih karena nilai historisnya. Ingin mengembalikan geliat malam Kota Sukabumi seperti era 70-an. Makanya kami buka sampai jam dua dini hari, supaya masyarakat tidak kesulitan nyari panganan lokal dan internasional. Simpelnya, bikin gampang kalau ada yang sekadar ingin ngopi tengah malam," Avhes mengakhiri diskusi seraya menyeruput espresso-nya.










