SUKABUMIUPDATE.COM - Kondisi puluhan korban keracunan yang terdiri dari anak-anak (santri) dan orang dewasa di Panti Asuhan AL Fitroh, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi mulai membaik. Lima di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih harus mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit (RS) Setukpa Polri Sukabumi.
“Dari 24 orang, 19 orang masih di rawat di rumah sakit, lima lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Untuk biaya rumah sakit, ditanggung pihak pemerintah daerah,†ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi dr. Lulis Delawati, Selasa (8/11).
Dinas Kesehatan Kota Sukabumi telah mengambil sampel makanan diduga menjadi penyebab keracunan masal tersebut. Sampel tersebut akan diuji laboratorium di Bandung, untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
"Hari ini sudah kita kirim sampel sisa makanan nasi kotak yang dimakan oleh korban. Namun, karena nasi kuning dan perkedel sudah habis, jadi kita kirim sisa makanan berupa orek tempe, telur, dan daging ayam," lanjut Lulis
Lulis menambahkan, pengujian dilakukan di Bandung karena memang Standar Operasional Prosedur (SOP) nya seperti itu. Alasan lainnya, perlengkapan untuk uji laboratorium di sana, sudah komplit dan bersertifikat. "Jadi, SOP-nya demikian, untuk mendapatkan hasil tes yang akurat,†katanya.
Sementara itu, mengenai hasil uji laboratorium terhadap sempel awal berupa nasi kuning, pihak Dinkes belum bisa memberikan penjelasan dalam waktu singkat. Pasalnya, proses uji laboratorium yang dilakukan oleh tim ahli di Bandung memerlukan membutuhkan waktu.
"Maksimal hasil tesnya itu bisa diketahui setelah enam hari," terangnya.










