Desak Evaluasi! SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Soroti Respon SPPG Pasca Dugaan Keracunan MBG

Sukabumiupdate.com
Kamis 08 Okt 2026, 17:44 WIB
Desak Evaluasi! SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Soroti Respon SPPG Pasca Dugaan Keracunan MBG

Staf Humas SMKN 1 Gunungguruh, Anas Nasrudin (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak SMKN 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi kecewa dengan respon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Cikujang 1, pasca dugaan keracunan yang dialami ratusan pelajar termasuk pengajar usai santap menu MBG (Makan Bergizi Gratis. 151 pelajar dan banyak guru mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Jumat 2 Oktober 2026.

Memasuki hari ketujuh sejak mengkonsumsi menu MBG,  12 siswa tercatat masih mengeluhkan sakit perut. Staf Humas SMKN 1 Gunungguruh, Anas Nasrudin, mengatakan data sementara dari bagian kesiswaan menunjukkan masih ada belasan siswa yang izin tidak masuk sekolah karena sakit perut. 

"Masih ada beberapa yang izin karena sakit perut. Hari ini, dari data kesiswaan, kurang lebih ada 12 orang yang izin karena sakit perut," ujar Anas saat ditemui di kantornya, Kamis (8/10/2026).

Anas menjelaskan, sekolah baru mengetahui keluhan kesehatan yang dialami pelajar dan dan guru pada Senin 5 Oktober 2026. Saat itu, banyak guru mengeluhkan diare, mual, dan muntah. Sejumlah siswa juga tidak masuk sekolah dengan keluhan serupa.

Baca Juga: Singapura Uji Kekuatan Lawan Brasil hingga Jepang, Timnas Indonesia Hadapi Yordania

"Pagi itu banyak guru mengalami diare, mual-mual, dan muntah. Banyak siswa juga tidak masuk sekolah karena mengalami kondisi yang sama," kata Anas.

Ia menjelaskan, sekolah tidak langsung mengetahui kondisi tersebut karena kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu merupakan hari libur. "Karena kegiatan belajar mengajar hanya lima hari sampai Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu libur, kami baru mengetahuinya pada Senin ketika banyak siswa izin tidak masuk sekolah," sambungnya.

Setelah mengetahui banyaknya keluhan tersebut, pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala serupa. Dari pendataan itu, tercatat sebanyak 151 warga sekolah mengalami keluhan kesehatan.

Jumlah keseluruhan yang terdampak 151 orang, 125 pelajar dan 26 guru. Seorang orang guru sempat dirawat di RS Betha Medika. Pihak sekolah menduga jumlah tersebut masih bisa bertambah karena pendataan hanya mencakup siswa yang melaporkan kondisi kesehatannya kepada pihak sekolah. 

Baca Juga: Tak Perlu Jauh Urus Dokumen, UPTD Dukcapil Jemput Bola ke Warga Pasawahan Cicurug Sukabumi

"Yang terdata hanya siswa-siswa yang langsung melapor. Mungkin jumlahnya bisa lebih dari itu. Ini baru berdasarkan data kami, karena mungkin masih ada siswa yang mengalami hal serupa tetapi tidak melaporkannya," ungkapnya.

Anas mengatakan sekolah menduga keluhan tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi Jumat 2 Oktober 2026. Diketahui dinas kesehatan sudah mendatangi SPPG Cikujang 1 sebagai penyuplai MBG untuk SMKN 1 Gunungguruh.

Pada Senin 5 Oktober 2026, lanjut Anas, sekolah berupaya berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meminta klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Anas menyebut pihak sekolah telah menyampaikan keluhan yang dialami para siswa dan guru. 

Namun, menurutnya respons yang diterima saat itu belum memberikan penjelasan yang memadai. "Kami juga mengkonfirmasi kepada SPPG apakah kejadian ini disebabkan oleh makanan tersebut atau bukan. Namun, saat itu jawaban yang kami terima sangat singkat dan belum sesuai dengan yang kami harapkan," paparnya.

Baca Juga: Berada di Caringin, Aset Rampasan Kasus Suap Ekspor Benur Dihibahkan KPK ke Pemkab Sukabumi

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah berharap SPPG melakukan evaluasi, terutama dalam penyediaan makanan bagi para penerima manfaat. Anas juga berharap pihak SPPG lebih responsif ketika menerima laporan atau keluhan dari sekolah.

"SPPG bisa lebih peduli dan bekerja sama. Ketika ada keluhan dari kami, semoga bisa lebih cepat tanggap. Ini menyangkut banyak siswa di sekolah kami dan bisa menjadi pembelajaran bagi SPPG lain agar lebih berhati-hati dalam menyajikan makanan," pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi Sukabumiupdate.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak SPPG untuk memperoleh keterangan resmi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini