Mahasiswa UMMI Hadirkan Greenhouse Berbasis IoT di Warnasari Sukabumi, Air Bisa Hemat 30 Persen

Mahasiswa UMMI Hadirkan Greenhouse Berbasis IoT di Warnasari Sukabumi, Air Bisa Hemat 30 Persen

Mahasiswa UMMI Bangun SWARNA Greenhouse di Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : UMMI).

SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menghadirkan inovasi pertanian berbasis teknologi di Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.

Melalui program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, mereka membangun SWARNA Greenhouse, fasilitas budi daya cabai rawit berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu petani mengelola air dan perawatan tanaman secara lebih efisien.

Greenhouse tersebut dibangun oleh tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (BEM F-Saintek) UMMI pada Jumat (18/09/2026).

Pembangunan ini menjadi bagian dari program bertajuk “Inovasi Desa Smart Farming: Integrasi Greenhouse Cerdas Berbasis IoT dan Pelatihan Kompos di Desa Warnasari”.

Baca Juga: 64.765 Penduduk, Produksi Padinya 4.160 Ton: Fakta Menarik Warudoyong Kota Sukabumi

Ketua Tim Pelaksana, Salsabila Anggraina Putri, mengatakan inovasi ini berangkat dari kondisi petani cabai rawit setempat yang masih mengandalkan penyiraman dan pemupukan secara manual. Padahal, lahan budi daya cabai rawit di Desa Warnasari mencapai sekitar 1.000 meter persegi.

Menurutnya, praktik tersebut belum didukung pemantauan kelembapan tanah secara memadai sehingga penggunaan air berpotensi kurang efisien dan hasil panen belum optimal.

“Lewat SWARNA Greenhouse, kami memasang sensor kelembapan tanah, sistem penyiraman otomatis, serta fertigasi terjadwal yang bisa dipantau melalui dashboard web maupun perintah suara,” ujar Salsabila.

Teknologi yang diterapkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah, sensor suhu, serta pompa dan katup otomatis. Sistem akan mengaktifkan penyiraman ketika tingkat kelembapan tanah berada di bawah ambang batas yang telah ditentukan.

Baca Juga: Motif Pembunuhan IRT di Ciemas Sukabumi, Pelaku Incar Motor dan HP Korban

Dengan mekanisme tersebut, penyiraman dapat menyesuaikan kebutuhan tanaman berdasarkan data yang terbaca oleh sensor. Petani diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perkiraan atau penyiraman manual dalam mengelola kebutuhan air tanaman.

Bisa Disiram Otomatis dan Dipantau Lewat Suara, Inovasi Greenhouse Mahasiswa UMMI di Sukabumi.Bisa Disiram Otomatis dan Dipantau Lewat Suara, Inovasi Greenhouse Mahasiswa UMMI di Sukabumi. | UMMI.

Targetkan Penggunaan Air Lebih Efisien

Dosen pendamping program, Winda Apriandari, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa SWARNA Greenhouse memiliki target meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi minimal 30 persen. Selain itu, program ini menargetkan peningkatan produktivitas panen cabai sekurang-kurangnya 20 persen dalam setiap siklus tanam.

“Program ini sejalan dengan arah kebijakan Smart Farming 4.0 dari Kementerian Pertanian. Harapannya, model pertanian presisi berbasis IoT ini bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Baca Juga: Muhammadiyah Kecam Trump soal Lelucon Nama Muhammad, Anwar Abbas: Sangat Menyakitkan

Selain menjadi fasilitas budi daya, SWARNA Greenhouse juga disiapkan sebagai lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) bagi kelompok tani binaan di Desa Warnasari. Melalui fasilitas ini, petani dapat mengenal penerapan teknologi digital dalam kegiatan pertanian.

Pengembangan greenhouse tersebut turut menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan upaya meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Penerapan sistem otomatis diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih terukur, terutama dalam penggunaan air dan pemberian nutrisi tanaman.

Program SWARNA merupakan hasil kolaborasi BEM F-Saintek UMMI dengan Pemerintah Desa Warnasari, BUMDes Sejahtera Warnasari, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan inovasi teknologi di tingkat desa. Ke depan, SWARNA Greenhouse diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas budi daya cabai rawit, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani untuk mengenal dan menerapkan konsep pertanian cerdas sesuai kebutuhan di lapangan. (adv)

 

Berita Terkini