SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki musim penghujan, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, terpaksa kembali berinisiatif menaburkan sekam padi di ruas jalan Pabuaran–Bojong. Langkah darurat ini dilakukan lantaran kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur membuat kendaraan sulit melintas.
Ruas jalan kabupaten tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sukajaya di Kecamatan Pabuaran dengan Desa Bojong di Kecamatan Kalibunder. Warga menebar sekam terutama pada titik-titik menanjak untuk mengurangi tingkat kelicinan jalan yang kini sudah tidak beraspal dan hanya menyisakan batuan serta tanah liat.
Yudi (35), salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan bahwa penaburan sekam sangat krusial agar kendaraan, khususnya roda empat, tidak mengalami selip saat menanjak.
"Kalau tidak ditaburi sekam, kendaraan roda empat tidak akan kuat menanjak karena licin. Ini sebenarnya baru sebagian kecil licinnya karena hujannya masih ringan. Nanti kalau terus diguyur hujan, tanah akan jadi lumpur dan sepeda motor pun bisa ikut selip," ujar Yudi kepada sukabumiupdate.com, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Lama Putus Akibat Longsor, Rp 1 M Lebih untuk Tangani Jalan di Bojonggenteng Sukabumi
Rusak Sejak 2018, Warga Terpaksa Memutar 1,5 Jam
Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, membenarkan adanya aksi swadaya masyarakat tersebut. Ia menjelaskan, titik paling rawan berada di ruas tanjakan yang dikenal sebagai Tanjakan Haji Soleh di Kampung Pamungguan hingga Kampung Cicalobak, yang berbatasan langsung dengan Desa Bojong sepanjang 1,5 kilometer.
Menurut Ade, ruas jalan tersebut terakhir kali tersentuh pengaspalan pada 2018 silam dan belum pernah mendapatkan perbaikan lanjutan hingga kini. Padahal, jalur ini merupakan akses terdekat warga menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Kalibunder maupun RSUD Jampangkulon.
"Bahkan kalau ada urusan pemerintahan di Kecamatan Pabuaran, kami terpaksa harus memutar lewat Ciguyang, Sagaranten, dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam," keluh Ade.
Padahal, lanjut Ade, jika ruas jalan Pabuaran-Ciwalat-Sukajaya berada dalam kondisi baik, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk sampai ke ibu kota kecamatan. "Tapi sayang, ruas itu pun rusak parah," tuturnya.
Menyikapi keterbatasan ini, Ade menyebut pihak desa bersama warga dan unsur pengusaha setempat berencana menggelar gotong royong swadaya untuk melakukan pengecoran beton pada jalur tersebut.
Baca Juga: Warga Minta Cut and Fill Pabrik Cosmo di Cikembar Sukabumi Disetop, Pertanyakan Status Lahan
Tanggapan UPTD Sagaranten
Menanggapi keluhan warga dan pemerintah desa setempat, Kepala UPTD PU Wilayah Sagaranten, Ami Amelia, mengonfirmasi bahwa jalur penghubung antarkecamatan tersebut memang berstatus sebagai jalan kabupaten dengan nama Ruas Pabuaran-Bojong, yang memiliki panjang total 13 kilometer 750 meter.
Ami memastikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kondisi infrastruktur tersebut dan memasukkannya ke dalam usulan perbaikan.
"Kami sudah mengusulkannya untuk dilakukan perbaikan," kata Ami singkat.















