Kabar Korban Penembakan di Jalur Lingsel Sukabumi, Polisi: Belum Ada Laporan

Kabar Korban Penembakan di Jalur Lingsel Sukabumi, Polisi: Belum Ada Laporan

Ilustrasi AI. Penembakan (Sumber: gemini)

SUKABUMIUPDATE.com – Seorang pemuda dikabarkan menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal saat melintasi jalan lingkar selatan, Sukabumi. Kabar ini sempat viral di media sosial, namun kekinian konten video yang berisi kondisi korban saat di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi, sudah menghilang alias take down.

Selain kondisi korban yang tergolek di ranjang IGD, dalam video berdurasi 49 detik juga terdengar obrolan sejumlah anak muda yang diduga rekan korban dan petugas rumah sakit. Korban diduga mengalami luka tembak saat melintas di jalan lingkar selatan Sukabumi.

Disebutkan bahwa insiden terjadi saat korban hendak pulang setelah nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Melbourne Victory dalam ajang AFC Champions League Two (ACL2), Rabu 28 Oktober 2026 malam. Salah seorang rekan korban bahwa menegaskan bahwa penembakan dilakukan oleh kelompok gangster.

Baca Juga: Dari Perbukitan hingga Air Terjun, Ini 6 Wisata Dekat Gerbang Tol Bocimi Cibolang Kaler

Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Humas sekaligus Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, dr Irfanugraha Triputra yang dikonfirmasi perihal kabar tersebut, membenarkan jika petugas di instalasi gawat darurat, menerima pasien laki-laki berusia sekitar 15 hingga 20 tahun dengan luka pada tangan kiri.

“Pasien laki-laki usia sekitar 15-20 tahun datang sekitar pukul 03.00 WIB tanggal 29 Oktober 2026 diantar oleh teman-temannya dengan kondisi terdapat luka pada tangan kiri,” ujar dr Irfan kepada sukabumiupdate.com, Jumat (30/10/2026).

Menurut dr Irfan, berdasarkan keterangan yang disampaikan rekan-rekan pasien, luka tersebut akibat dugaan penembakan oleh orang tidak dikenal saat hendak pulang setelah menonton pertandingan Persib melawan Melbourne Victory di kawasan Jalur Lingkar Selatan.

Baca Juga: Persija Dijatuhi Sanksi Komdis PSSI, The Jakmania Absen di Laga Kontra Dewa United

“Pasien mengaku ditembak oleh orang tidak dikenal di daerah Jalur,” ungkapnya.

Terkait kondisi korban, dr Irfan menyebut secara umum pasien dalam keadaan stabil. Setelah mendapatkan penanganan awal terhadap lukanya, pasien diperbolehkan pulang.

“Kondisi pasien secara umum stabil. Kemudian pasien segera dilakukan penanganan awal terhadap lukanya. Setelah itu pasien diperkenankan pulang oleh dokter pemeriksa,” jelasnya.

Baca Juga: Gerebek Gudang Miras Oplosan di Citamiang Kota Sukabumi, Polisi Sita 75 Liter dari Ratusan Botol

Pihak rumah sakit belum dapat memberikan informasi lebih terperinci mengenai jenis proyektil maupun penyebab pasti luka yang dialami korban. Hal itu lantaran hingga saat ini pihaknya belum menerima surat permintaan visum dari penyidik kepolisian.

“Informasi detail lainnya tidak bisa disampaikan karena hingga saat ini belum ada surat permintaan visum dari penyidik,” pungkas dr Irfan.

Polisi Belum Terima Laporan

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penembakan tersebut. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi terkait informasi dugaan penembakan tersebut, namun kami masih melakukan penelusuran guna memastikan kabar tersebut,” ujar Ade.

Baca Juga: Fondasi Terkikis, Rumah di Bantaran Sungai Cipelang Sukabumi Ambruk Diterjang Longsor

Hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap, lokasi pasti kejadian, identitas korban, serta pihak yang diduga terlibat masih dalam penelusuran. sukabumiupdate.com akan terus berupaya memperoleh keterangan resmi dari kepolisian.

Ojol Ditembak Bedil Mimis

Kejadian ini hanya berselang 4 hari dari insiden driver ojek online (ojol) Maxim bernama Zhaldi menjadi korban penembakan diduga menggunakan bedil mimis (senapan angin) di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Ia ditemukan tergeletak penuh darah dengan luka pada belakang kepala hingga leher.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu 25 Oktober 2026 dini hari sekira pukul 00.57 WIB. Saat itu, Zhaldi sedang menunggu pesanan penumpang di sekitar simpang tiga dekat Toko Tiga Roda, kawasan bawah Dago, yang mengarah ke Stasiun Sukabumi.

 

 

Berita Terkini
Ilustrasi - Demokrasi dibahas di atas meja sarapan. (Sumber : AI/Gemini).

Kocaknya Negeri Ini

Obrolan santai di meja sarapan membahas fenomena demonstrasi mahasiswa, penggunaan almamater dalam aksi, serta perbedaan antara gerakan yang lahir dari keresahan dan kerumunan yang diduga terbentuk karena kepentingan tertentu.

30 Okt 2026, 14:20 WIB