Demo Mahasiswa di Kota Sukabumi Diwarnai Bakar Ban, Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Demo Mahasiswa di Kota Sukabumi Diwarnai Bakar Ban, Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Gerakan Mahasiswa Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Adipura Kota Sukabumi, Rabu (28/10/2026). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com – Momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Rabu (28/10/2026) dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sukabumi untuk menggelar aksi unjuk rasa di pusat Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Aksi demonstrasi yang menuntut evaluasi total dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga 17.51 WIB.

Pantauan langsung sukabumiupdate.com, aksi dimulai dari Kantor Balai Kota Sukabumi. Massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi hingga berakhir di kawasan Tugu Adipura. Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk berisi tuntutan, memblokade jalan, serta membakar ban bekas dan water barrier.

Di titik akhir aksi, tepatnya di Tugu Adipura sekitar pukul 17.37 WIB, sejumlah aparat TNI terlihat memadamkan api pembakaran yang sempat dihalangi oleh sejumlah pengunjuk rasa. Tak berselang lama, massa membubarkan diri.

Baca Juga: Aksi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Sukabumi Sempat Tutup Simpang Cibolang

Koordinator Lapangan I Gerakan Mahasiswa Sukabumi, Muhammad Naufal Raihan, mengatakan aksi tersebut digelar setelah mahasiswa melakukan koordinasi dan kajian terhadap berbagai persoalan nasional maupun daerah.

“Hari ini kami turun aksi ke jalan bukan tanpa alasan, bukan tanpa kajian. Hari ini kami turun aksi atas dasar kajian mendalam karena ada lima tuntutan yang kami sampaikan,” ujar Naufal kepada sukabumiupdate.com.

Dia menjelaskan, salah satu tuntutan mahasiswa adalah penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Selain itu, mereka mendesak evaluasi terhadap sejumlah program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Yang pertama tetapkan karhutla sebagai bencana nasional, lalu evaluasi program strategis nasional seperti MBG dan KDMP yang hari ini persoalannya sudah terlihat di masyarakat,” katanya.

Naufal menambahkan, aksi tersebut juga menjadi bentuk solidaritas mahasiswa Sukabumi terhadap gerakan mahasiswa di sejumlah daerah. Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, massa turut menggunakan seni sebagai media penyampaian tuntutan.

“Bentuk penyampaian kawan-kawan kami dalam media seni,” ucapnya.

Baca Juga: Pengedar Obat Keras di Sukabumi Diringkus, 17 Ribu Butir Hexymer Disita

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Naufal menegaskan bahwa massa telah diberikan pemahaman agar menyampaikan aspirasi tanpa melakukan tindakan anarkis.

“Pada dasarnya massa yang kami bawa hari ini sudah kami berikan suatu edukasi, yang mana tujuan aksi kita bukan untuk anarkis, tujuan aksi kita bukan untuk chaos. Pemerintahan Prabowo-Gibran ini harus dievaluasi total,” tegasnya.

Naufal menyebut sekitar tujuh kampus di Sukabumi turut terwakili dalam aksi tersebut, bersama sejumlah kelompok aliansi lainnya. Ia menilai potensi penyusupan yang dapat memicu kericuhan relatif kecil karena peserta telah diberikan pemahaman mengenai tujuan aksi.

Meski demikian, Naufal mengklaim sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas. Ia juga menuding adanya tindakan petugas yang dinilainya berpotensi memancing situasi menjadi tidak kondusif.

Terkait jalannya aksi, Naufal mengatakan pihaknya merasa telah memperoleh izin hingga pukul 20.00 WIB, tetapi massa diminta membubarkan diri sebelum waktu tersebut.

Ke depan, Gerakan Mahasiswa Sukabumi berencana menggelar konsolidasi untuk mempersiapkan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kami akan turun aksi ke jalan jilid dua,” pungkas Naufal.

Berita Terkini