Demo Mahasiswa di Kota Sukabumi Diwarnai Bakar Ban, Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Sukabumi diwarnai aksi bakar ban di Tugu Adipura. Massa tuntut evaluasi total pemerintahan Prabowo-Gibran.
Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Sukabumi diwarnai aksi bakar ban di Tugu Adipura. Massa tuntut evaluasi total pemerintahan Prabowo-Gibran.
Puluhan mahasiswa BEM Nusantara Sukabumi blokade simpang Cibolang dalam aksi evaluasi 2 tahun Prabowo-Gibran. Soroti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Karhutla.
DPRD Kabupaten Sukabumi menerima audiensi HMI Cabang Sukabumi. Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan lembaga.
Massa menilai perkara tersebut merupakan sengketa perdata, sementara Kejari menegaskan proses hukum telah berjalan sesuai mekanisme dan kini tinggal menunggu putusan majelis hakim pada 6 Juli 2026.
BEM Nusantara Sukabumi sempat membakar ban saat berunjuk rasa di Pendopo Sukabumi. Setelah bertahan hingga menjelang magrib, massa membubarkan diri tanpa ditemui Bupati atau Sekda Kabupaten Sukabumi.
Gelombang kritik mahasiswa di Sukabumi diperkirakan belum mereda. Usai menggelar Mimbar Rakyat bertajuk "Pemimpin dan Birokrasi Negara Gagal" di Tugu Adipura, GMNI DPC Sukabumi Raya membuka peluang aksi lanjutan.
DPRD Sukabumi Terima Aspirasi Mahasiswa, Evaluasi Reses hingga Pelayanan Publik.
Riska, mahasiswi Sukabumi, viral setelah melindungi pedagang kue ape di tengah ricuh aksi demonstrasi 1 September 2025 di depan gedung DPRD Kota Sukabumi.
Dalam demo 100 hari kerja Ayep Zaki dan Bobby di Kota Sukabumi, GMNI juga menyoroti urgensi pembentukan Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan.
Jaenudin berharap korban dapat segera pulih dan kembali normal.
Kericuhan juga dipicu ucapan kata-kata kasar kepada sejumlah jurnalis.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari menilai semua tuntutan yang disampaikan mahasiswa cukup realistis dan sesuai dengan keadaan di masyarakat.
Massa aksi rencananya akan bergerak menuju Balai Kota dan Kantor DPRd Kota Sukabumi, dengan membawa tiga isu utama, Indonesia gelap, darurat pendidikan dan tolak efisiensi anggaran.
Polemik terkait revisi UU Pilkada yang akan dilakukan oleh DPR RI mengundang banyak atensi publik. Ragam reaksi ditunjukan oleh para mahasiwa serta aktivis dengan menggelar aksi demonstrasi
Mahasiswa yang bergabung dalam aksi ini berasal dari beberapa organisasi.
Aksi mahasiswa yang demo kawal putusan MK di Kota Sukabumi berakhir usai tuntutan mereka diterima DPRD setempat.
Massa mahasiswa menuntut dijalankannya aturan pilkada 2024 sesuai keputusan mahkamah konstitusi, melawan begal konstitusi serta menolak politik dinasti Presiden Jokowi.
Jokowi mengantarkan Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden terpilih.
MK mengeluarkan dua putusan pada 20 Agustus 2024.
Mahasiswa Sukabumi unjuk rasa tuntut pemerintah stabilkan harga beras yang dinilai masih mahal.