Wabup Sukabumi Tinjau SMPN 2 Cicurug Terdampak Cuaca Ekstrem, KBM Ditargetkan Kembali Senin

Sukabumiupdate.com
Sabtu 03 Okt 2026, 15:24 WIB
Wabup Sukabumi Tinjau SMPN 2 Cicurug Terdampak Cuaca Ekstrem, KBM Ditargetkan Kembali Senin

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas saat meninjau SMPN 2 Cicurug yang terdampak angin kencang. (Sumber: SU/Ibnu Sanubari)

SUKABUMIUPDATE.com – Wakil Bupati Sukabumi Andreas meninjau langsung kondisi SMPN 2 Cicurug yang terdampak cuaca ekstrem, Sabtu (3/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sekolah sekaligus penanganan terhadap sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan hujan es menerjang wilayah Cicurug pada Rabu (30/9/2026). Dampaknya, sejumlah bagian bangunan SMPN 2 Cicurug di Jalan Leuwinanggung, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, ikut terdampak.

Andreas meninjau sekolah bersama unsur Forkopimcam Cicurug dan sejumlah perangkat daerah.

Menurut Andreas, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi telah melakukan survei terhadap kondisi SMPN 2 Cicurug. Namun, saat peninjauan, ia mengaku belum menerima laporan hasil survei tersebut.

“Untuk SMPN 2, Disdik sudah survei. Saya belum menerima laporannya,” kata Andreas kepada awak media.

Dari hasil peninjauan, Andreas melihat terdapat sejumlah bagian atap yang mengalami pergeseran. Ia berharap perbaikan awal dapat dilakukan dengan melibatkan relawan maupun berbagai pihak terkait.

“Ada beberapa genteng yang hanya bergeser, mudah-mudahan teman-teman relawan bisa membantu untuk merapikan genteng yang bergeser,” ujarnya.

Baca Juga: Wabup Andreas Turun Langsung Tinjau Tiga Desa di Cicurug Sukabumi Terdampak Angin Kencang

Andreas mengatakan penanganan pascabencana di SMPN 2 Cicurug telah disiapkan dengan melibatkan berbagai stakeholder.

“Sudah disiapkan. Siap. Dari semua stakeholder kita libatkan,” katanya.

KBM Ditargetkan Kembali Normal Senin

Terkait kegiatan belajar mengajar (KBM), Andreas mengatakan berdasarkan informasi dari pihak sekolah, pembelajaran selama dua hari sebelumnya masih dilakukan secara daring.

Ia berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara tatap muka pada awal pekan.

“Dua hari yang lalu masih daring ya kata kepala sekolah, tapi hari Senin harusnya sudah mulai masuk,” ujar Andreas.

Kepala SMPN 2 Cicurug N. Emalia membenarkan bahwa selama dua hari setelah kejadian, KBM dilakukan secara daring.

Menurut Emalia, secara fisik sebagian besar ruangan sekolah masih dapat digunakan. Namun, kerusakan pada bagian atap membuat sejumlah ruangan berisiko digunakan ketika hujan kembali turun.

“Kalau sebetulnya fisiknya mah enggak rusak, cuma atap-atapnya kan semua pada bocor. Nanti kalau ada hujan ya pasti kehujanan, enggak aman,” kata Emalia.

Baca Juga: Irjen Hengki Jadi Kapolda Jabar, Ini Profil dan Rekam Jejak Kariernya

Karena itu, pihak sekolah berencana melakukan perbaikan sementara terhadap bagian atap yang dinilai mendesak.

“Untuk sementara kita perbaiki genteng aja lah sebisanya,” ujarnya.

Emalia mengatakan sekolah juga mendapat rencana kolaborasi dengan orang tua siswa dan BPBD untuk menangani kerusakan yang sifatnya mendesak.

“Pak Camat juga sudah menyampaikan katanya, ‘Bu, kita nanti kolaborasi aja dengan orang tua siswa, dengan BPBD’. Jadi mungkin hari Minggu besok kita akan yang sifatnya mendesak aja yang dikerjakan,” katanya.

Pihak sekolah menargetkan KBM kembali berlangsung pada Senin (5/10/2026).

“Hari Senin insya Allah kita mulai KBM berjalan lagi. Karena dua hari ini kita kan daring, masih KBM daring,” ujar Emalia.

Laboratorium IPA dan Komputer Jadi Perhatian

Meski sebagian besar ruangan masih dapat digunakan, pihak sekolah tetap mengantisipasi bagian bangunan yang dinilai berisiko.

Baca Juga: Aspal Jalan Leuwiliang-Bojongtipar Dikeluhkan, Dinas PU Sukabumi Perintahkan Kontraktor Perbaiki

Emalia menyebut laboratorium IPA menjadi salah satu bagian yang mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah peralatan di dalam ruangan tersebut juga akan dievakuasi untuk mengantisipasi jika hujan kembali turun.

“Yang paling parah lab IPA. Ini kan ada banyak peralatan untuk praktikum. Ada juga TV digital di situ. Ini untuk sementara mau dievakuasi dulu rencananya barang-barangnya, takut turun hujan lagi,” katanya.

Selain laboratorium IPA, bagian atap baja ringan di area laboratorium komputer juga menjadi perhatian. Atap tersebut dilaporkan melendut, sementara di dalam ruangan terdapat sejumlah perangkat komputer.

“Perbaikan atap. Di sini kan juga ada atap baja ringan yang terutama yang lab komputer, itu kan padanya nge-led. Di dalamnya itu kan banyak komputer,” ujar Emalia.

Disdik: Kerusakan Masih Kategori Ringan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena sebelumnya menyebut kerusakan di SMPN 2 Cicurug masih berada dalam kategori ringan.

Berdasarkan pendataan Disdik, sejumlah bagian sekolah terdampak, di antaranya 10 ruang kelas, dua laboratorium, musala, sanggar, WC, ruang OSIS, dan UKS.

Deden mengatakan kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap, sementara struktur utama bangunan masih dalam kondisi baik.

“Bukan strukturnya, tapi atapnya,” kata Deden.

Baca Juga: Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Polda Jabar Dipimpin Irjen Hengki

Salah satu bagian yang mengalami kerusakan cukup besar adalah musala. Kerusakan pada bagian atap musala disebut mencapai sekitar 75 persen.

Pada Kamis (1/10/2026), sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena masih terdapat material dan puing yang harus dibersihkan. Pembersihan dilakukan pihak sekolah bersama guru dan panitia.

Deden sebelumnya menyampaikan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian sekolah-sekolah di Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, wilayah tersebut mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan sehingga potensi cuaca ekstrem perlu diantisipasi.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini