Dulu Berbatu Kini Berdebu, Pengerjaan Jalan di Kadaleman Sukabumi Disorot: Ini Kata Kades & UPTD PU

Sukabumiupdate.com
Kamis 01 Okt 2026, 10:00 WIB
Dulu Berbatu Kini Berdebu, Pengerjaan Jalan di Kadaleman Sukabumi Disorot: Ini Kata Kades & UPTD PU

Dulu berbatu (kiri) sekarang berdebu (kanan), pengguna jalan pertanyakan kejelasan pengerjaan jalan Kabupaten di Kadaleman Surade Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Pengguna jalan mempertanyakan kejelasan pengerukan dan pemerataan jalan kabupaten ruas Kadaleman–Mareleng yang menghubungkan Desa Kadaleman di Kecamatan Surade dengan Desa Caringinnunggal di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Pengerjaan yang berlokasi di Kampung Cikupa, Desa Kadaleman tersebut menuai sorotan karena menyebabkan timbunan tanah merah melapisi permukaan badan jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengendara lantaran memicu polusi debu saat cuaca kering, meski di sisi lain kontur medan tanjakan dan turunan di lokasi kini terasa lebih rata ketimbang sebelumnya.

Salah seorang pengguna jalan, Wawan Gunawan (38), mengutarakan bahwa pengerukan drainase di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak satu bulan lalu. Awalnya warga menduga pengerjaan tersebut merupakan tahap awal dari proyek pengaspalan atau betonisasi jalan. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda pengerjaan lanjutan.

​"Dikira mau ditembok atau dibangun dan diaspal, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun. Ya sekarang terlihat drainasenya lumayan besar, namun rawan juga kalau tidak dipermanenkan, rawan longsor. Memang sekarang kalau lewat jalan itu lebih mudah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tapi kalau tidak dipermanenkan tetap rawan," ujar Wawan kepada sukabumiupdate.com, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: APBD Kabupaten Sukabumi 2027 Dirancang Rp4,2 Triliun, Ini Sektor yang Jadi Prioritas

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kadaleman, Rosid, menjelaskan bahwa ruas tersebut merupakan jalan berstatus milik kabupaten. Pihak Pemdes Kadaleman berinisiatif melakukan pemeliharaan mandiri lantaran lapisan aspal lama sudah habis dan hanya menyisakan bebatuan lepas yang sering membahayakan pengendara.
​
"Bulan kemarin sempat dipelihara oleh Pemdes Kadaleman. Berhubung kondisi aspalnya sudah tidak ada, tinggal bebatuan dan banyak pengguna jalan yang jatuh, kami berinisiatif memperlebar drainase dan meratakan kontur jalan. Itu titik yang mengalami kerusakan paling parah di Desa Kadaleman," kata Rosid.

Rosid menambahkan, pemerataan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut dilakukan menggunakan alat berat.

​"Memang sekarang ada gangguan debu saja, namun jalan turunan dan tanjakan kondisinya sudah rata, tidak seperti sebelumnya yang penuh bebatuan hingga menghambat jalannya kendaraan," jelasnya.

Baca Juga: Gunakan Limbah Kain, Pengolahan Batu Kapur di Jampangtengah Sukabumi Terancam Sanksi DLH

​Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Jampangkulon, Abdul Aziz, membenarkan adanya aktivitas penggalian drainase menggunakan alat berat jenis Backhoe (beko) di lokasi tersebut.

Namun, Abdul Aziz mengungkapkan bahwa aktivitas pengerukan dan pemerataan jalan oleh Pemdes setempat dilakukan tanpa adanya pemberitahuan maupun koordinasi resmi ke pihak UPTD PU.

​"Betul itu ada penggalian drainase pakai beko. Itu kegiatan beko sampah. Tidak ada pemberitahuan juga ke UPTD, tidak ada koordinasi," singkat Abdul Aziz.

Berita Terkait
Berita Terkini