Bicara Peremajaan Armada Damkar Kota Sukabumi, Bobby Ungkap Rencana APBD

Sukabumiupdate.com
Selasa 29 Sep 2026, 16:59 WIB
Bicara Peremajaan Armada Damkar Kota Sukabumi, Bobby Ungkap Rencana APBD

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengakui masih terkendala anggaran untuk melakukan peremajaan armada pemadam kebakaran (Damkar). Kondisi infrastruktur Damkar Kota Sukabumi khususnya kendaraan pemadam jadi perbincangan setelah diuji bertarung dengan kebakaran berhari-hari di TPA Cikundul.

Saat ini, Damkar Kota Sukabumi memiliki enam unit mobil pemadam kebakaran. Dari jumlah tersebut, tiga unit disebut dalam kondisi rusak, dua unit masih dapat beroperasi namun tidak optimal, sedangkan hanya satu unit yang dinilai masih layak digunakan.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, Pemkot sebelumnya telah berencana melakukan pengadaan kendaraan Damkar pada 2025. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena keterbatasan anggaran.

"2025 ini tadinya kita sudah mau mencoba untuk membeli unit. Hanya memang balik lagi, wacana ini kan ditunda dua kali ya. Terkait apalagi kalau bukan anggaran," ujar Bobby kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Coret 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji Jadi 14 Tahun: Audit Forensik Dana Haji

Meski demikian, Pemkot Sukabumi memastikan pengadaan armada Damkar tetap menjadi perhatian. Bobby menyebut pihaknya akan mengupayakan pembelian satu unit mobil Damkar melalui APBD.

"Nah, ke depan insya Allah kita akan upayakan membeli satu mobil Damkar dari APBD," kata Bobby.

Namun, spesifikasi kendaraan yang akan dibeli, termasuk ukuran dan kapasitas tangki air, masih akan dibahas lebih lanjut. Pemkot akan menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

"Untuk mobil Damkar, ukurannya berapa nanti, kapasitas air segala macam, nanti kita diskusikan. Yang penting ada anggarannya berapa, kita upayakan," ujarnya.

Baca Juga: Uji Coba Ambulans Udara, Percepat Layanan Kesehatan di Daerah Sulit Dijangkau

Bobby menegaskan, kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu faktor yang menentukan realisasi berbagai program pembangunan dan kebutuhan pelayanan publik, termasuk pengadaan armada Damkar. 

Menurutnya, Pemkot saat ini juga harus membagi anggaran untuk sejumlah kebutuhan prioritas lainnya. Bobby berharap kondisi fiskal daerah ke depan dapat membaik, salah satunya melalui peningkatan transfer ke daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), serta dukungan bantuan keuangan.

"Makanya mudah-mudahan dari transfer ke daerahnya ada peningkatan lagi, efisiensinya tetap bisa memberikan TPKD, kemudian dari Bankeu-nya bisa berjalan lagi, pendapatan aslinya meningkat," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Bobby berharap berbagai kebutuhan yang masuk dalam skala prioritas, termasuk penguatan armada Damkar, dapat dipenuhi secara bertahap. "Saya pikir semua kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya skala prioritas insya Allah bisa terpenuhi," ujarnya.

Baca Juga: Niat Bantu Warga Perbaiki Pompa, Ketua RT di Sukabumi Tewas Jatuh ke Sumur 23 Meter

Kondisi Damkar

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi, mengatakan kondisi sejumlah kendaraan yang sudah berusia tua membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara optimal. 

Menurutnya, tekanan air dari beberapa kendaraan tidak lagi sekuat armada yang lebih baru. Akibatnya, petugas harus mendekat ke titik api agar semprotan air dapat menjangkau lokasi kebakaran.

"Betapa pentingnya perlengkapan alat kebakaran. Dengan kondisi kendaraan yang kita miliki sekarang, ibaratnya sudah lemah syahwat gitu kan," ujar Ujang.

Ia mengatakan, kendaraan yang ada masih dapat digunakan, tetapi tekanan air pada sejumlah armada sudah tidak optimal. Kondisi itu berbeda dengan kendaraan bantuan dari Damkar Kabupaten Sukabumi yang memiliki tekanan air lebih tinggi.

Baca Juga: Dokter Forensik Ungkap Identifikasi Kerangka Perempuan di Sukalarang Sukabumi

"Masih bisa digunakan, tapi masalahnya tekanannya kan kurang kuat. Berbeda dengan kendaraan (Damkar) Kabupaten mereka bisa sampai 24 bar kalau tidak salah. Kalau kendaraan kita harus dekat, jadi nggak bisa nyemprot air dari jauh. Jadi dengan kendaraan (KR) Damkar kita yang sudah tua jadinya kita sedikit kewalahan," katanya.

Ujang menyebut, secara ideal Kota Sukabumi membutuhkan enam kendaraan pemadam kebakaran yang seluruhnya dalam kondisi optimal. "Sebenarnya kalau untuk di Kota Sukabumi 6 KR Damkar sudah cukup tapi yang baru semua jadi optimal kerjanya. Kalau yang sekarang kan yang paling muda itu mobil tahun 2012," ungkapnya.

Dari total 6 unit kendaraan pemadam yang dimiliki Damkar Kota Sukabumi saat ini, tercatat hanya 1 unit yang betul-betul dalam kondisi prima. Sisanya mengalami gangguan operasional hingga kerusakan fisik.

"Enam. Satu rusak, satu mati, dua rusak juga tapi masih bisa dipakai sih sebetulnya tapi tidak bisa menyemprot jadi cuman tiga mobil dari enam itu, tiga juga yang betul-betul prima itu cuma satu mobil saja," jelas Ujang.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini