Hanya 1 Armada yang Prima, Damkar Kota Sukabumi Kewalahan Padamkan Kebakaran TPA Cikundul

Sukabumiupdate.com
Senin 28 Sep 2026, 20:49 WIB
Hanya 1 Armada yang Prima, Damkar Kota Sukabumi Kewalahan Padamkan Kebakaran TPA Cikundul

Armada tua Damkar Kota Sukabumi di lokasi kebakaran TPA Cikundul, Senin (28/9/2026). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com - Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, masih menghadapi sejumlah kendala hingga Senin (28/9/2026).

Selain karakteristik tumpukan sampah yang sulit dipadamkan dan kepulan asap tebal yang memicu dehidrasi petugas, minimnya armada pemadam dalam kondisi prima menjadi tantangan utama di lapangan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi, Ujang Rustandi, mengatakan kondisi sejumlah kendaraan yang sudah berusia tua membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara optimal.

Menurutnya, tekanan air dari beberapa kendaraan tidak lagi sekuat armada yang lebih baru. Akibatnya, petugas harus mendekat ke titik api agar semprotan air dapat menjangkau lokasi kebakaran.

"Betapa pentingnya perlengkapan alat kebakaran. Dengan kondisi kendaraan yang kita miliki sekarang, ibaratnya sudah lemah syahwat gitu kan," ujar Ujang kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

Baca Juga: TPA Cikundul Dua Kali Terbakar, Pemkot Sukabumi Akui Armada Damkar Banyak Menua

Ia mengatakan, kendaraan yang ada masih dapat digunakan, tetapi tekanan air pada sejumlah armada sudah tidak optimal. Kondisi itu berbeda dengan kendaraan bantuan dari Damkar Kabupaten Sukabumi yang memiliki tekanan air lebih tinggi.

"Masih bisa digunakan, tapi masalahnya tekanannya kan kurang kuat. Berbeda dengan kendaraan (Damkar) Kabupaten mereka bisa sampai 24 bar kalau tidak salah. Kalau kendaraan kita harus dekat, jadi nggak bisa nyemprot air dari jauh. Jadi dengan kendaraan (KR) Damkar kita yang sudah tua jadinya kita sedikit kewalahan," katanya.

Ujang menyebut, secara ideal Kota Sukabumi membutuhkan enam kendaraan pemadam kebakaran yang seluruhnya dalam kondisi baru dan optimal.

"Sebenarnya kalau untuk di Kota Sukabumi 6 KR Damkar sudah cukup tapi yang baru semua jadi optimal kerjanya. Kalau yang sekarang kan yang paling muda itu mobil tahun 2012," ungkapnya.

Dari total 6 unit kendaraan pemadam yang dimiliki Damkar Kota Sukabumi saat ini, tercatat hanya 1 unit yang betul-betul dalam kondisi prima. Sisanya mengalami gangguan operasional hingga kerusakan fisik.

"Enam. Satu rusak, satu mati, dua rusak juga tapi masih bisa dipakai sih sebetulnya tapi tidak bisa menyemprot jadi cuman tiga mobil dari enam itu, tiga juga yang betul-betul prima itu cuma satu mobil saja," jelas Ujang.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 10 Hektare Lahan PT Wonokoyo di Ciambar Sukabumi

Keterbatasan fasilitas ini dirasakan makin berat saat menangani kebakaran medan ekstrem seperti TPA Cikundul yang memerlukan suplai serta semprotan air bertekanan tinggi secara kontinu.

"Jadi kalau ada kejadian seperti ini harus sangat segera kan. Kalau misalkan yang kecil-kecil itu masih bisa kita tangani," ujarnya.

Kondisi medan yang pekat asap tak hanya menguji peralatan, tetapi juga stamina personel. Ujang menyebut beberapa petugas dilaporkan mengalami sesak napas dan kelelahan fisik hingga harus mendapatkan pertolongan medis berupa pemberian oksigen di lokasi.

"Itulah, karena kita dengan segala keterbatasan. Coba lihatlah kondisi anggota di lapangan, mereka sekarang udah sedikit lemas. Karena faktor kemarin juga udah ada yang kena nih (kelelahan) udah ada yang dipasang oksigen juga, ada beberapa orang, karena mungkin tadi kepulan asap tebal di lokasi itu kan," tutur Ujang.

Dari sisi personel, Ujang menyebut jumlah petugas Damkar juga terbatas. Namun, kondisi tersebut sedikit terbantu dengan adanya dukungan dari personel BPBD dan unsur lainnya dalam penanganan kebakaran.

"Personel ya untuk sedikit sekali dengan banyak bantuan dari pada teman-teman BPBD, alhamdulillah. Kalau sedikit itu. Cuma itu tadi, kelengkapan kita. Tinggal ditingkatkan lagi," pungkasnya.

Sebagai informasi, kebakaran di TPA Cikundul terjadi sebanyak dua kali dalam kurun waktu berdekatan. Api pertama kali terdeteksi pada Sabtu sore (26/9/2026) dan sempat berhasil dipadamkan. Namun, material sampah yang masih menyimpan bara di bagian bawah memicu timbulnya titik api baru pada Minggu (27/9/2026) hingga penanganan masih terus berlanjut.

Berita Terkait
Berita Terkini