SUKABUMIUPDATE.com - 9 bulan lebih sejak 18 Desember 2026 warga Jampangtengah atau Gunungguruh Kabupaten Sukabumi menggunakan perahu karet, akses darurat pasca ambruk jembatan Leuwidinding diterjang banjir besar sungai Cimandiri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sukabumi mengapresiasi kolaborasi TNI dan swasta yang akan membangun kembali gantung tersebut.
Pembangunan kembali jembatan tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Minggu 6 September 2026. Proyek ini terealisasi berkat sinergi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, dan CT Arsa Foundation.
Peletakan awal pembangunan dilakukan oleh Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin bersama Bupati Sukabumi Asep Japar, Direktur PT CMNP Tbk M. Jusuf Hamka, serta CT Arsa Foundation.
Baca Juga: Bupati Sukabumi: Perubahan APBD 2026 Pertimbangkan Fiskal Daerah dan Prioritas Pembangunan
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki yang hadir bersama Bupati Sukabumi dan pada seremoni tersebut menjelaskan bahwa warga dari kedua wilayah terpaksa mengandalkan perahu karet untuk menyeberangi derasnya sungai Cimandiri demi menjalankan roda kehidupan sehari-hari, pasca jembatan leuwidinding ambruk.
Jembatan Leuwidinding baru dirancang memiliki panjang sekitar 89 meter dengan lebar 1,5 meter. Fasilitas ini didesain agar aman digunakan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
“Mengapresiasi keikutsertaan TNI dan swasta dalam mempercepat pemulihan bencana di Kabupaten Sukabumi. Sebagai percepatan penyediaan infrastruktur pelayanan publik,” ungkap Eki kepada melalui keterangan tertulis.
Baca Juga: Tenggorokan Kering, Gatal, hingga Sakit Saat Musim Kemarau? Kenali Penyebabnya
Menurut Eki, pembangunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena Jembatan Leuwidinding bukan sekadar infrastruktur penghubung, tetapi merupakan akses penting warga menuju sekolah, layanan kesehatan, aktivitas sosial, serta mendukung kelancaran roda perekonomian masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadirkan kembali akses yang aman dan mendukung mobilitas masyarakat. Kami optimistis pembangunan jembatan ini dapat memberikan manfaat luas dan mempercepat pemulihan aktivitas warga di wilayah Jampangtengah dan Gunungguruh,” pungkasnya. (adv)














