Korsleting Diduga Picu Kebakaran di Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi, 5 Rumah Terdampak

Sukabumiupdate.com
Senin 07 Sep 2026, 13:29 WIB
Korsleting Diduga Picu Kebakaran di Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi, 5 Rumah Terdampak

Kondisi bangunan yang terdampak kebakaran di Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok Sukabumi, Senin (7/9/2026). (Sumber Foto: Dok. Pemcam Cisolok)

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, RT 02/RW 01, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin pagi (7/9/2026), berdampak terhadap lima rumah warga dan satu fasilitas umum.

Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengatakan, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut bermula dari rumah panggung milik Sekretaris Desa (Sekdes) Sirnaresmi, Vilka Mandala, yang merupakan putra Ketua Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha.

Api kemudian merembet ke sejumlah bangunan di sekitar lokasi, termasuk empat rumah warga dan satu fasilitas MCK/WC umum.

"Total ada 5 rumah/KK atau 18 jiwa yang terdampak, ditambah satu fasilitas umum berupa MCK ludes terbakar," kata Okih kepada sukabumiupdate.com, Senin siang.

Dari lima rumah yang terdampak, rumah milik Vilka Mandala dan fasilitas MCK/WC umum dilaporkan ludes terbakar. Sementara empat rumah warga mengalami tingkat kerusakan berbeda.

Baca Juga: Kebakaran di Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi, Rumah Putra Ketua Adat Hangus Jadi Abu

Empat rumah warga tersebut masing-masing milik Dandi Septian yang dihuni satu KK dengan tiga jiwa, Itom satu KK dengan empat jiwa, Janim satu KK dengan empat jiwa, serta Unen satu KK dengan tiga jiwa.

Tiga rumah, yakni milik Dandi, Itom, dan Janim, mengalami rusak sedang. Sedangkan rumah milik Unen mengalami rusak ringan.

Okih mengatakan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di rumah Vilka Mandala. Kobaran api kemudian cepat membesar dan merembet karena material bangunan di kawasan tersebut mudah terbakar.

"Diduga korsleting listrik. Saat kebakaran kondisi angin sedang, (merembet) karena material bangunan mudah terbakar. (Rumah Vilka dan MCK) iya ludes," ungkapnya.

Akibat kebakaran tersebut, keluarga Vilka Mandala yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan penghitungan oleh unsur terkait. Untuk penanganan awal, warga terdampak membutuhkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

"Untuk penanganan awal dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, diperlukan bantuan berupa logistik/bahan kebutuhan pokok, peralatan/tempat tidur dan terpal," tambah Okih.

Baca Juga: Kumpulan Doa Tolak Bala untuk Memohon Perlindungan dari Bencana Alam dan Marabahaya

Penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama oleh Tim Posko Siaga Bencana Kecamatan Cisolok, Forkopimcam Cisolok, Tim Damkar CERMAT Kabupaten Sukabumi, Tim Damkar Kodim 0622 Sukabumi, Pemerintah Desa Sirnaresmi, serta masyarakat setempat.

Tim gabungan melakukan pemadaman, pendinginan, pengamanan lokasi, pendataan rumah dan warga terdampak, serta koordinasi untuk pemenuhan kebutuhan darurat.

Sementara itu, Ketua Relawan Pecinta Gunung Rimba dan Sungai (Paguris), Soeta Faqih, menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini sudah terkendali total usai dua unit armada Damkar diturunkan untuk pendinginan.

"Lokasi sekarang sudah aman. Sudah dilakukan pendinginan oleh petugas Damkar dengan dua unit, dibantu pihak kecamatan, Linmas, Muspika, dan dari Kodim juga mengirim satu kendaraan," ujar Soeta.

Soeta juga membenarkan dugaan awal bahwa kebakaran berasal dari instalasi listrik di rumah Sekdes Sirnaresmi. Menurutnya, api sempat mengenai sejumlah bangunan di sekitar rumah tersebut.

Menurut Soeta, kondisi bangunan di kawasan Kasepuhan Sinar Resmi turut memengaruhi cepatnya penyebaran api. Sebagian bangunan masih menggunakan material yang mudah terbakar, sementara beberapa rumah lainnya telah menggunakan material seperti asbes.

"Api tidak merembet seluruhnya. Karena kondisi di lokasi tidak semuanya menggunakan injuk sebagai atap. Sebagian rumah di sebelahnya sudah menggunakan asbes," jelasnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi juga bergerak cepat membantu proses pemadaman. Mereka memanfaatkan sumber mata air yang tersedia di sekitar permukiman untuk membantu mengendalikan api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya.

"Rumah-rumah yang terdampak dibantu dipadamkan oleh warga. Kebetulan di situ ada sumber mata air, sehingga api yang berpotensi merambat ke rumah lainnya bisa sedikit terselamatkan," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini