SUKABUMIUPDATE.com - Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak hanya perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan manusia.
Abu yang jatuh dan menempel pada tanaman juga dapat memengaruhi pertumbuhan, terutama ketika lapisannya cukup tebal hingga menutupi permukaan daun.
Kondisi tersebut dapat menghambat tanaman mendapatkan cahaya matahari dan melakukan fotosintesis secara optimal. Lantas, apa saja dampak abu vulkanik terhadap tanaman dan bagaimana cara menanganinya? Berikut penjelasannya dikutip dari berbagai sumber.
Baca Juga: Kumpulan Doa Tolak Bala untuk Memohon Perlindungan dari Bencana Alam dan Marabahaya
1. Daun tertutup abu sehingga fotosintesis terganggu
Lapisan abu yang menempel pada permukaan daun dapat menghalangi cahaya matahari. Akibatnya, proses fotosintesis terganggu dan tanaman bisa mengalami penurunan pertumbuhan.
2. Daun bisa rusak atau terbakar
Abu vulkanik yang masih baru dapat memiliki sifat abrasif dan, tergantung komposisinya, dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan pada jaringan daun. Jika lapisannya tebal, daun juga bisa mengalami tekanan secara fisik.
3. Tanaman kesulitan melakukan pertukaran gas
Permukaan daun memiliki stomata yang berperan dalam pertukaran gas. Jika banyak abu menutupi daun, proses tersebut dapat terganggu sehingga tanaman tidak dapat berfungsi secara optimal.
Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau hingga Sukabumi, Ini 7 Cara Aman Melindungi Diri
4. Batang dan cabang bisa patah jika abu terlalu tebal
Ini terutama menjadi masalah pada tanaman yang memiliki daun lebat. Abu yang menumpuk menambah beban pada daun dan cabang. Jika turun hujan setelah hujan abu, abu yang basah bisa menjadi jauh lebih berat dan meningkatkan risiko patahnya cabang.
5. Tanah dapat mengalami perubahan
Dalam jangka pendek, lapisan abu yang cukup tebal dapat mengubah karakteristik permukaan tanah, termasuk drainase dan ketersediaan unsur hara. Namun, tidak semua abu vulkanik selalu buruk bagi tanah.
Dalam jangka panjang, material vulkanik justru dapat mengalami pelapukan dan berkontribusi terhadap pembentukan tanah yang subur. Jadi, dampaknya terhadap lahan pertanian tidak selalu negatif.
6. Tanaman muda lebih rentan
Bibit dan tanaman yang masih kecil biasanya lebih mudah terdampak karena lapisan abu dapat menutupi sebagian besar permukaan tanaman. Tanaman dengan daun yang luas juga cenderung lebih banyak menangkap abu.
Jika tanaman terkena abu vulkanik, apa yang harus dilakukan?
Jika lapisan abu masih tipis, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membersihkan abu dari daun dengan hati-hati, terutama setelah kondisi memungkinkan. Jangan menggosok daun terlalu keras karena abu bersifat abrasif dan justru dapat merusak permukaan daun.
Untuk tanaman di pekarangan, abu dapat dibersihkan dengan semprotan air yang lembut. Namun, jika abu cukup tebal, pembersihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan hati-hati agar tanaman tidak mengalami kerusakan.
Abu yang menumpuk di sekitar tanaman juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu tebal, terutama jika berpotensi tercampur air hujan dan menjadi berat.
Itulah beberapa dampak abu vulkanik terhadap tanaman dan cara mudah mengatasinya.















