SUKABUMIUPDATE.com - Nasib naas menimpa Ifan Rianto (35), seorang kurir ekspedisi di Kabupaten Sukabumi. Sepeda motor beserta sejumlah paket milik pelanggan raib digondol pencuri saat hendak diantar ke alamat tujuan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut terjadi di depan ruko tempat korban bekerja di Kampung Cipangulaan RT 02/RW 01, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Akibat kejadian ini, total kerugian ditaksir mencapai Rp16,5 juta.
Aksi nekat pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan topi dan sepatu berjalan kaki dari arah seberang jalan mendekati motor korban.
Tanpa butuh waktu lama, pelaku langsung membawa lari motor Honda Beat New tahun 2020 berwarna putih dengan nomor polisi F 5708 UCT ke arah Cicurug.
Korban, Ifan Rianto (35), mengatakan dirinya belum mengetahui apakah pelaku beraksi seorang diri atau bersama orang lain. Sebab, dalam rekaman CCTV yang terlihat hanya satu orang.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UMMI Kolaborasi dengan Sentra Phalamartha, Dekatkan Layanan Sosial ke Masyarakat
"Kalau dilihat di CCTV kayaknya jalan kaki dari seberang. Pakai sepatu, pakai topi. Dari seberang dia jalan, terus dia menyeberang. Terus membawa motor ke arah Cicurug," kata Ifan, kepada Sukabumiupdate.com.
Kejadian bermula saat Ifan bersiap-siap membawa barang bawaannya untuk pengiriman ke wilayah Cipanggulaan hingga kawasan Proyek Sapi Ciutara. Kendaraannya diparkir di depan gudang dalam kondisi stang tidak terkunci.
Ifan mengaku tak menaruh curiga lantaran area sekitar lokasi terbilang ramai oleh aktivitas para pedagang.
"Di situ juga tidak terlalu sepi. Ada toko pedagang di seberang, jadi tidak terlalu takut lah sebenarnya. Makanya jarang dikunci stang," ujarnya.
Sebelum pergi, Ifan terlebih dahulu mengikat paket berukuran besar di jok belakang motor. Ia kemudian masuk kembali ke dalam ruko sekitar 5 hingga 10 menit untuk mengambil karung berisi paket-paket kecil. Namun, saat kembali ke luar, sepeda motor beserta paket yang diikat di jok belakang sudah lenyap.
Baca Juga: Bagaimana Agar Uang Lomba Agustusan Tidak Jadi Taruhan dan Haram? Simak Disini Solusinya
"Pas sudah selesai dirapikan, saya keluar motor sudah tidak ada," katanya.
Diperkirakan terdapat empat hingga lima paket berukuran besar yang ikut terbawa, salah satunya berisi sepatu bernilai cukup tinggi.
Total kerugian motor dan paket kemudian diperkirakan mencapai Rp16,5 juta. Nilai tersebut telah dicantumkan dalam BAP kepolisian.
"Sudah dijumlahkan sekitar Rp16.500.000 lah paket sama sepeda motornya," ujarnya.
Setelah mengetahui motor hilang, Ifan kemudian menanyakan kejadian tersebut kepada sejumlah pedagang di sekitar lokasi. Namun, tidak ada yang mengaku melihat aksi pencurian.
Ia menanyakan kepada pedagang nasi, penjual es kelapa, dan tukang bakso yang berada di sekitar lokasi.
Baca Juga: 9 Jalur Kereta Api Paling Ektrem di Indonesia, Melewati Terowongan dan Jembatan Terpanjang
Meski begitu, seorang tukang bakso sempat menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya ada orang yang terlihat bolak-balik di sekitar lokasi dan dianggap mencurigakan.
"Cuma tukang bakso pernah cerita, kemarin-kemarin ada orang katanya bolak-balik, agak mencurigakan lah intinya," kata Ifan.
Kasus pencurian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Ifan mengatakan laporan sudah diproses dan dirinya telah mendapatkan surat kehilangan serta BAP.
Laporan tersebut juga diperlukan untuk pengurusan asuransi karena motor yang hilang masih dalam masa angsuran.
"Ini juga saya butuh buat ke pihak asuransi karena motor ini masih cicilan, masih angsuran," ujarnya.
Selain motor, paket yang ikut hilang juga sedang diupayakan penyelesaiannya oleh pihak perusahaan tempat Ifan bekerja. Ia berharap biaya penggantian paket tidak sepenuhnya dibebankan kepadanya.
"Sedang diusahakan sama pihak kantor, mudah-mudahan bisa diusahakan sama pihak kantor. Jadi supaya tidak saya yang bertanggung jawab bayar paket yang hilang itu," katanya.















