Saat Fenomena Bugel Muara Cibuni Sukabumi Jadi Spot Wisata Dadakan

Sukabumiupdate.com
Sabtu 26 Sep 2026, 20:00 WIB
Saat Fenomena Bugel Muara Cibuni Sukabumi Jadi Spot Wisata Dadakan

Kawasan bugel muara cibuni di Tegalbuleud Sukabumi jadi spot wisata dadakan (Sumber : dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Fenomena alam Bugel kembali terjadi di kawasan Muara Sungai Cibuni, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Penyumbatan alami muara sungai memicu luapan air yang menggenangi ratusan hektar lahan pertanian warga selama kurang lebih sepekan terakhir, sekaligus bertransformasi menjadi spot wisata dadakan bagi masyarakat setempat.

​Kasi Trantibum (MP) Kecamatan Tegalbuleud, Sumarna, bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud, Noris, meninjau langsung lokasi terdampak di Kampung Datarnangka, Desa Tegalbuleud, untuk memastikan kondisi di lapangan.

​"Hari ini saya bersama P2BK Tegalbuleud, Pak Noris, mengecek ke lokasi. Betul adanya bahwa di Kampung Datarnangka telah terjadi fenomena bugel yang memicu genangan air, dan ini sudah sekitar 7 hari berjalan," ujar Sumarna kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (26/9/2026).

​Sumarna menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan siklus alam berkala yang rutin berulang di kawasan muara Sungai Cibuni. ​"Ini merupakan siklus 6 sampai 7 tahunan. Saat ini sekitar 110 hektar area pesawahan milik warga sudah terendam," tambahnya.

Baca Juga: Ada Aplikasi Rating MBG, Guru dan Kepala Sekolah Bisa Kasih Bintang 1 Hingga 5

​Berdasarkan hasil pengukuran petugas di lapangan, ketinggian air yang merendam kawasan pertanian tersebut telah mencapai sekitar 120 centimeter. Meski genangan belum menyentuh permukiman penduduk, luapan air berarus tenang ini dilaporkan merusak sejumlah lahan perkebunan milik warga setempat.

​"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada rumah yang terdampak. Namun, ada beberapa kebun milik warga, seperti kebun semangka, yang sudah terendam akibat luapan Sungai Cibuni," jelasnya.

​Jadi Spot Wisata Dadakan

​Uniknya, hamparan air yang menutupi area persawahan dan perkebunan di sisi jalan nasional Tegalbuleud ini justru menyedot perhatian warga. Pemandangan tak biasa layaknya danau mendadak tersebut dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai ajang rekreasi gratis, terutama pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB hingga membubarkan diri menjelang magrib pada pukul 18.00 WIB.

​Kehadiran pengunjung turut memicu munculnya para pedagang dadakan hingga wahana perahu sewaan. Satu unit perahu disiagakan dengan tarif Rp 10.000 per orang untuk mengantar warga berkeliling mengitari area pesawahan yang terendam selama kurang lebih 15 menit.

Kawasan bugel muara cibuni di Tegalbuleud Sukabumi jadi spot wisata dadakanKawasan bugel muara cibuni di Tegalbuleud Sukabumi jadi spot wisata dadakan

Baca Juga: Tiga Pelajar Sukabumi Sabet Juara 1 LCC Pendidikan Agama Islam se-Jawa Barat

​Menanggapi ramainya kerumunan warga dan munculnya aktivitas wisata tersebut, pihak Kecamatan Tegalbuleud melayangkan himbauan tegas demi menjaga keselamatan bersama.

​"Tentunya kami dari pihak kecamatan terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang sekiranya dapat membahayakan. Salah satu contohnya adalah berenang ataupun mandi di sekitar area terdampak," tegas Sumarna.

​Selain itu, pihak kecamatan juga memberikan peringatan khusus kepada penyedia jasa perahu sewaan agar memperhatikan aspek keselamatan penumpang.

​"Kami menghimbau kepada pemilik perahu untuk menyediakan life jacket atau pelampung. Jadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami dari pihak kecamatan dan P2BK mengimbau kepada pemilik perahu, setiap penumpang yang mau naik perahu disarankan untuk menggunakan pelampung demi keselamatan," pungkasnya.

Baca Juga: Jangan Buang Kulit Durian! Mengenal Briket Bioarang Si Raja Buah

​Saat ini, pihak Kecamatan Tegalbuleud bersama P2BK terus menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan di kawasan tersebut.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini