SUKABUMIUPDATE.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibadak 02 tetap beroperasi meski tengah dilakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, distribusi MBG khusus untuk siswa SDN Bojongkoneng sementara dialihkan ke SPPG lain guna menghindari trauma bagi para penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Sukabumi, Firman Juliansyah. Ia menegaskan pengalihan distribusi dilakukan sebagai langkah antisipatif sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebab munculnya keluhan pada sejumlah siswa.
"Untuk sekolah khusus SDN Bojongkoneng, per hari ini sudah dialihkan ke SPPG lain. Sejauh ini operasional masih berjalan," ujar Firman.
Ia menjelaskan, sampel makanan dan minuman telah diambil oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Selain itu, tim penelusuran dari Dinas Kesehatan juga telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan investigasi.
Baca Juga: BGN Temukan Stok Susu Kedaluwarsa di SPPG Cibadak 02, 39 Siswa SDN Bojongkoneng Keracunan
Tunggu hasil lab
Menurut Firman, hasil uji laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui paling cepat sekitar dua minggu.
"Nanti kita tunggu hasil pengujian. Apakah benar dari dugaan yang kita lihat pada susu atau mungkin ada faktor lain. Paling cepat hasilnya biasanya sekitar dua minggu," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, BGN meminta seluruh SPPG di berbagai daerah memperketat pengawasan terhadap bahan pangan melalui sistem pemeriksaan berlapis. Pemeriksaan dilakukan sejak bahan makanan diterima, dicatat dalam kartu stok, hingga proses pemorsian.
Sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat, Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, dan koordinator pemorsian diwajibkan melakukan uji organoleptik untuk memastikan makanan dan minuman dalam kondisi layak konsumsi.
"Kita sampaikan agar selalu cek dan recheck, bahkan bisa melakukan triple check. Kalau dirasa tidak aman, tidak boleh didistribusikan pada hari itu," tegasnya.
Firman juga mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden tersebut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan.
Menurutnya, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah keluhan yang dialami sejumlah penerima manfaat benar-benar berasal dari makanan atau minuman yang disajikan dalam program MBG.
"Kami sesuai prosedur tetap menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda dan tim Dinas Kesehatan. Karena dari total penerima manfaat, hanya sebagian yang mengalami keluhan, sementara yang lain tidak terdampak. Jadi kita tunggu hasilnya," pungkasnya.
















