Rencana Penanganan Pengungsi, Bupati Sukabumi: 400 Jiwa Terdampak Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

Sukabumiupdate.com
Sabtu 25 Jul 2026, 22:36 WIB
Rencana Penanganan Pengungsi, Bupati Sukabumi: 400 Jiwa Terdampak Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya

Bupati Sukabumi Asep Japar tinjau lokasi kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Asep Japar turun langsung meninjau lokasi kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Asep Japar mengungkapkan data sementara, kebakaran ini menghanguskan 51 rumah yang berdampak pada 70 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 400 jiwa.

"Ini kejadian sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut hasil pendataan sementara, ada 51 rumah yang terbakar. Sebanyak 70 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah warga lebih dari 400 orang," ujar Asep Japar.

Ia memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara karena mencakup kerusakan rumah, barang-barang berharga, hingga persediaan padi yang tersimpan di leuit atau lumbung padi khas masyarakat adat.

Baca Juga: 200 Meter Kabel PLN Dicuri, Rumah Warga di Sundawenang Sukabumi Padam Listrik Seharian

"Perhitungan sementara sekitar Rp2,5 miliar. Di dalamnya ada rumah-rumah, barang berharga seperti televisi, perhiasan, termasuk padi-padi di leuit yang ikut terbakar," katanya.

Menurut Asep, sebagian besar bangunan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya masih menggunakan material bambu, bilik dan atap ijuk sehingga api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lainnya.

"Rumah di sini rata-rata tidak permanen, kebanyakan dari bambu dan bilik. Ada yang setengah tembok, tetapi hanya sedikit. Disini juga banyak leuit, sehingga padi yang disimpan masyarakat ikut hangus terbakar," jelasnya.

Baca Juga: Profil Ikhwan Ali Tanamal, Bek Kiri Persib Bandung yang Curi Perhatian saat Bungkam Arema FC

Terkait penyebab kebakaran, Bupati Asep Japar menyebut dugaan sementara berasal dari arus pendek listrik. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang. "Penyebab sementara diduga akibat korsleting atau arus pendek listrik," ungkapnya.

Untuk penanganan korban, kata Asep Japar, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait pada Minggu (26/7/2026) guna menentukan langkah-langkah penanganan lanjutan.

Sementara itu, lanjut Asep Japar, warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara mengungsi di rumah kerabat dan tetangga di sekitar kampung. Pemerintah juga telah menyiapkan bantuan darurat berupa makanan dan akan membuka dapur umum.

Baca Juga: Marak Pencurian Ternak: Warga Mandrajaya Sukabumi Tangkap Terduga Maling Sapi Betina

"Malam ini warga terdampak banyak yang tinggal di rumah saudara dan tetangganya. Besok pagi kami siapkan dapur umum, dan pemerintah daerah akan secepatnya memberikan bantuan bagi para korban," pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini