Nasib Padi Simpanan Adat Seren Taun 447, Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 25 Jul 2026, 20:26 WIB
Nasib Padi Simpanan Adat Seren Taun 447, Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, Puing rumah adat, leuit dan simpanan padi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Sekitar 70 bangunan termasuk imah gede dan leuit adat di Kasepuhan Ciptamulya Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi musnah terbakar, pada Sabtu siang (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Tak hanya menghanguskan bangunan dan benda, kebakaran besar ini juga melalap padi hasil panen raya yang baru saja dirayakan dalam serentaun ke 447 pada Minggu, 12 Juli 2026.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kasepuhan Ciptamulya, soal berapa leuit dan padi simpanan adat yang terbakar dalam musibah amukan api siang tadi. Namun sejumlah warga adat menyebut simpanan padi mereka saat ini ini jadi jadi arang.

Seperti diungkap mak Awar (67), meski rumahnya tak sampai habis diamuk api, namun kebakaran tersebut menghanguskan 5 leuit penyimpanan padi hasil panen keluarganya selama ini. Menurut dia kobaran api dengan sangat cepat merambat ke rumah-rumah warga hingga membuat proses penyelamatan harta benda nyaris mustahil dilakukan. 

Baca Juga: Picu Main Hakim Sendiri? KDM Soal Sayembara Warga Tangkap Begal Pakai Uang Pribadi

Uwar mengaku kehilangan hal yang paling berharga bagi keluarganya, yakni lima leuit atau lumbung padi yang menjadi cadangan pangan. "Lima leuit padi habis. Kalau rumah cuman sebelah abis," katanya.

la menuturkan, padi yang tersimpan di dalam lima leuit tersebut merupakan persediaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam jangka waktu yang sangat lama. "Itu buat bertahun-tahun," ucapnya lirih.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, sekitar 70 bangunan terdampak kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok. Petugas melaporkan tidak ada korban jiwa dari kebakaran hebat yang melumat kampung adat tersebut.

Baca Juga: Kekeringan Kemarau, Warga Bojong Cibadak Gotong Royong Selamatkan Air Tersisah

BPBD Kabupaten Sukabumi merilis laporan sementara dari kebakaran kampung adat Ciptamulya khususnya di RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok. Api mulai diketahui sekitar pukul 14.00 WIB, dengan cepat melumat pemukiman adat.

"Rumah terbakar 70 unit, 70 kepala keluarga atau 420 jiwa terdampak,” tulis petugas lapangan BPBD dalam lapornya. Tidak ada korban meninggal dunia ataupun luka,” jelas Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan kepada awak media.

Leuit Padi Simbol Adat 

Kebakaran ini terjadi, dua pekan setelah kampung adat pimpinan abah Hendrik ini menggelar Seren Taun 447. Sebuah perayaan identitas budaya sarat nilai leluhur atas hasil panen selama ini. Seren Taun ke-447 di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu 12 Juli 2026.

Baca Juga: Tampil Apik di Piala Dunia 2026, Vozinha Selangkah Lagi Gabung Colo Colo

Tradisi turun-temurun ini menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur. Rangkaian Seren Taun diisi dengan berbagai prosesi adat, mulai dari Ampih Pare ka Leuit, saresehan, rengkong, hingga pertunjukan seni tradisional seperti Dog-dog Lojor, Wayang Golek, Jaipongan, Debus, Kidung Buhun, Seni Laes, Tunggulan Lisung, dan Angklung yang disambut antusias masyarakat.

Saat itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat adat kembali dapat melaksanakan Seren Taun dengan hasil panen yang dinilai cukup baik tahun ini. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah, termasuk bantuan pembangunan leuit dari Dinas Ketahanan Pangan untuk tiga kasepuhan di Desa Sirnaresmi.

Menurut Abah Hendrik, Seren Taun menjadi momentum untuk mensyukuri hasil panen, memperkuat kebersamaan masyarakat adat, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca Juga: Musim Kemarau Sukabumi Alami Banyak Kebakaran, Waspadai Faktor Penyebab dan Cara Mitigasinya

Leuit menjadi salah satu simbol utama dalam adat kasepuhan banten kidul di Kabupaten Sukabumi. Leuit menyimpan padi untuk kebutuhan masa datang adalah bentuk ketahanan pangan adat yang sudah diwariskan turun-temurun 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini