Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Bakal Pindah Lokasi: Geser 1 Kilometer, Nama Kampung Diganti
Usai Kebakaran, Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi Bakal Bergeser 1 Kilometer.
Usai Kebakaran, Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi Bakal Bergeser 1 Kilometer.
Saan Mustopa Soroti Nasib Korban Kebakaran Ciptamulya, Relokasi Harus Dipercepat.
KDM Janjikan Penataan Total Kampung Adat Ciptamulya, Penyintas Kebakaran Pulang Bawa Harapan Baru.
Usai Masa Tanggap Darurat, Puluhan Korban Kebakaran Ciptamulya Dipanggil KDM.
Pemprov Jawa Barat mendorong pembenahan jaringan listrik dan pelatihan penanganan kebakaran berbasis komunitas pascakebakaran Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, yang diduga dipicu korsleting listrik.
Keputusan tersebut diambil karena jumlah pakaian yang telah diterima sudah melebihi kebutuhan para penyintas dan berpotensi menjadi limbah sandang.
Menurut Herdiawan, Dinas Pendidikan bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan segera melakukan penanganan terhadap fasilitas pendidikan yang rusak.
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi menghanguskan 51 rumah adat, 49 leuit, dan membuat 159 warga mengungsi. Simak kronologi, data korban, dan dugaan penyebab kebakaran.
Warga Kasepuhan Ciptamulya bergotong royong menyelamatkan ribuan pocong padi dari leuit yang terbakar. Cadangan pangan adat dievakuasi untuk menjaga ketahanan pangan pascakebakaran.
Tak hanya rumah, kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Cisolok Sukabumi juga menghanguskan 49 leuit berisi puluhan ton padi. Ketahanan pangan di Kampung Adat tersebut terancam.
Pemkab Sukabumi menetapkan status tanggap darurat hingga 31 Juli 2026 pascakebakaran yang menghanguskan 51 rumah adat di Kasepuhan Ciptamulya, Cisolok. Fokus penanganan saat ini pemenuhan kebutuhan dasar korban.
Sejumlah kebutuhan mendesak diperlukan untuk membantu para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kasepuhan Ciptamulya, soal berapa leuit dan padi simpanan adat yang terbakar dalam musibah amukan api siang tadi
Menurutnya, kobaran api dengan sangat cepat merambat ke rumah-rumah warga hingga membuat proses penyelamatan harta benda nyaris mustahil dilakukan.
“Dari sana api cepat menyambar bangunan lain, karena saat kejadian api bertiup kencang dan jarak antar bangunan di pemukiman adat berdekatan,” jelasnya.
Rumah terbakar 70 unit, 70 kepala keluarga atau 420 jiwa terdampak,” tulis petugas lapangan BPBD dalam lapornya. “Tidak ada korban meninggal dunia ataupun luka.”
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, api yang berasal dari salah satu bangunan dengan cepat menyambar rumah-rumah lainnya