SUKABUMIUPDATE.com - Tak semua bahasa diciptakan untuk dipahami semua orang. Di Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, masih hidup sandi rahasia bernama Widal yang diwariskan turun-temurun. Hingga saat ini ia masih digunakan sebagian warga dalam percakapan sehari-hari.
Konon, bahasa Widal telah ada sejak masa kolonial Belanda. Cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi menyebutkan bahasa ini dipakai agar isi pembicaraan warga tidak dipahami penjajah. Sayangnya, belum ada bukti tertulis yang mampu memastikan siapa penciptanya maupun kapan tepat bahasa tersebut lahir.
Keunikan Widal terletak pada pola perubahan huruf yang konsisten, sehingga penuturnya dapat mengubah kata-kata biasa menjadi yang sulit dipahami orang lain. Bahasa ini diwariskan secara lisan dalam keluarga dan lingkungan, menjadikannya salah satu identitas budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Lestarikan Bahasa Widal, Jaga Warisan Budaya Tak Benda Kota Sukabumi
Kini, di tengah berkurangnya minat generasi muda dan perubahan demografi akibat banyaknya pendatang, warga bersama pemerintah terus berupaya menjaga agar bahasa Widal tidak hilang ditelan zaman. Berbagai langkah pelestarian dilakukan, termasuk mengusulkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Lantas, bagaimana cara kerja bahasa Widal? Mengapa bahasa rahasia ini bisa bertahan selama puluhan tahun, dan apa tantangan terbesar untuk membawanya menuju pengakuan sebagai warisan budaya? Simak selengkapnya di halaman teras.id dalam tulisan berjudul "Widal: Sandi Lama yang Masih Hidup di Sukabumi".














