SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah warga di sekitar aliran Sungai Cikaramat di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terpaksa masih memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari meski airnya berubah warna menjadi putih pekat diduga akibat tercemar.
Hal tersebut dilakukan hampir satu dusun warga karena darurat. Tidak ada sumber air lain untuk kebutuhan rumah tangga mereka, seperti mandi dan mencuci.
Dari pantuan sukabumiupdate.com, pada Minggu (19/7/2026), sejumlah warga tengah beraktivitas di sekitar aliran sungai. Salah seorang warga, AS, mengatakan kondisi air pada hari Minggu cenderung tidak separah hari kerja karena aktivitas pabrik sedang libur.
"Masih, cuma sudah tidak terlalu pekat. Hari ini juga ada kegiatan warga di lokasi aliran sungai. Kalau hari Minggu biasanya tidak terlalu parah karena pabrik libur," ujarnya.
Baca Juga: Kantor Hukum Diren Pandimas & Partners Resmi Diintegrasikan sebagai Pusat Penelitian Hukum Nasional
AS menjelaskan, saat musim kemarau, aliran Sungai Cikaramat menjadi sumber air utama bagi warga untuk mandi, mencuci, hingga mencuci pakaian. Hal itu karena sebagian besar warga tidak memiliki sumber air alternatif.
"Kalau musim kemarau, sungai itu dipakai untuk mandi dan mencuci karena sumber airnya memang dari aliran sungai tersebut," katanya.
Meski air sungai berubah warna, warga mengaku tetap menggunakannya karena tidak ada pilihan lain. Kondisi sumur milik warga saat ini juga mulai mengering, sementara pasokan air dari PDAM berkurang.
"Masih dipakai karena memang tidak ada sumber air lagi. Sumur warga sudah mulai kering, mau tidak mau tetap digunakan," ungkap AS.
Ia menyebut, hampir satu dusun yang berada di sekitar lokasi aliran sungai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Dampak yang paling dirasakan bukan pada sektor ekonomi, karena mayoritas warga bekerja sebagai buruh pabrik, melainkan terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.
"Yang paling terasa itu kekurangan air bersih untuk mandi dan mencuci. Hampir semua jamban warga sumber airnya dari aliran sungai itu. Kalau musim kemarau, sebagian warga bahkan menggunakan jamban darurat," tuturnya.
Baca Juga: Ade Irma Terpilih Jadi Kepala Desa Cikujang Gunungguruh di Musdes PAW
Sebelumnya, warga melaporkan dalam waktu satu bu;lan terakhir aliran Sungai Cikaramat berubah warna menjadi putih pekat, diduga tercemar oleh limbah dari aktivitas usaha pengolahan batu di bagian hulu sungai.
“Dugaan kami air sungai tercemar usaha batu yang ada di hulu,” ujar warga setempat kepada sukabumiupdate.
Meski demikian, hingga kini penyebab pasti pencemaran tersebut masih menunggu penelusuran dari instansi berwenang.














