SUKABUMIUPDATE.com - Dalam budaya Sunda, terdapat sejumlah istilah tradisional yang digunakan untuk menyebut fase-fase kehamilan (Reuneuh), baik yang masih umum digunakan maupun yang mulai jarang terdengar.
Sebagian istilah-istilah tersebut berasal dari percakapan sehari-hari, sementara sebagian lainnya berkaitan dengan adat dan tradisi.
Mengutip dari tulisan di laman Arsip Kula dengan judul “Istilah di Sunda yang Berhubungan dengan Kehamilan”, ada banyak istilah yang dikenal dan digunakan masyarakat Sunda sejak dulu.
Baca Juga: 5 Cara Leluhur Sunda Menghadapi Musim Kemarau, Kearifan Lokal yang Relevan hingga Kini
Contohnya seperti umur kandungan sembilan bulan disebut bulan alaeun (alaeun adalah kata sifat dari kata “ngala/ala = ambil).
Lalu ada juga yang umur kandungan lebih dari sembilan bulan biasanya disebut reuneuh mundingeun (reuneuh = hamil, mundingeun kata sifat dari munding = kerbau).
Nah, berikut dibawah ini istilah-istilah khusus untuk yang mengandung/hamil dan prosesnya:
- Hamil satu bulan disebut ngaherang, artinya kandungan masih terlihat bening (herang), maka wujudnya disebut alkah.
- Hamil dua bulan disebut lumenggah, artinya sudah mulai menggumpal (kentel) sekalipun masih transparan (ngalangkang), maka wujudnya disebut kasapah
- Hamil tiga bulan disebut kumambang, artinya sudah mengkel dan bulat, wujudnya disebut nutpah.
- Hamil empat bulan disebut gumulung, artinya sudah padat dan bulat (buleud), wujudnya disebut amarulah.
- Hamil lima bulan disebut mangrupa yang artinya sudah terlihat bentuknya (buleungkeukanna), wujudnya disebut ahmad.
- Hamil enam bulan disebut usik, artinya sudah terasa bergerak (usik), wujudnya masih disebut ahmad.
- Hamil tujuh bulan disebut malik, artinya posisinya sudah bisa bergerak/berbalik (malik), wujudnya disebut muhamad
- Hamil delapan bulan disebut kumentar-kumentir, artinya mencari jalan keluar, wujudnya masih disebut muhamad.
- Hamil sembilan bulan disebut ngaruang-ruang, artinya sudah berada di jalan keluar, wujudnya masih disebut muhamad.
- Memasuki bulan kesepuluh bayi dilahirkan (orok dibabarkeun).
Selain itu, ada juga istilah-istilah lain yang berhubungan dengan kandungan seperti;
- Nyiram: Bisa disebut ngidam yaitu kondisi tanda-tanda awal kehamilan
- Tingkeban: Upacara adat saat usia kandungan tujuh bulan. Di beberapa daerah Sunda lebih dikenal sebagai "Nujuh Bulanan".
- Ngababarkeun: Melahirkan (istilah yang juga banyak digunakan dalam bahasa Sunda halus).
- Nifas: Masa setelah melahirkan (istilah serapan yang juga digunakan dalam bahasa Sunda).
- Ngaraga kandungan: Menjaga kandungan agar tetap sehat.
- Pamali keur nu reuneuh: Pantangan atau larangan bagi ibu hamil menurut kepercayaan masyarakat Sunda.
- Paraji: Dukun beranak atau penolong persalinan tradisional yang dahulu sangat dihormati di kampung-kampung Sunda.
- Nincak bulan: Ungkapan yang berarti usia kandungan sudah memasuki bulan tertentu atau mendekati waktu persalinan.
- Moro orok: Secara tradisional merujuk pada proses membantu persalinan atau menyambut kelahiran bayi.
Itulah beberapa istilah kehamilan dalam bahasa Sunda. Sebagian masih banyak digunakan dan sebagian lagi sudah mulai jarang digunakan.









