Diduga Tertabrak, Kronologi Wasit PSSI Kabupaten Sukabumi Syahril Sidiq Meninggal Dunia

Sukabumiupdate.com
Minggu 19 Jul 2026, 20:22 WIB
Diduga Tertabrak, Kronologi Wasit PSSI Kabupaten Sukabumi Syahril Sidiq Meninggal Dunia

Syahril Sidiq, wasit aktif PSSI Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Kecamatan Parungkuda pada Minggu (19/7/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola. Wasit aktif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Sukabumi, Syahril Sidiq, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di Desa/Kecamatan Parungkuda, Minggu (19/7/2026).

Rekan sesama wasit, Suhendar, mengatakan almarhum adalah wasit aktif PSSI Kabupaten Sukabumi dengan lisensi C2. Lisensi ini membuat Syahril dapat memimpin pertandingan di tingkat Provinsi Jawa Barat. "Betul. Dia kapasitasnya C2, melingkupi aktivitasnya di Jawa Barat," ujar dia kepada sukabumiupdate.com.

Suhendar mengetahui kabar kecelakaan ini setelah mendapat telepon dari Agus, Koordinator Wilayah Puncak Raya Komisi Wasit Jawa Barat, Minggu pagi. "Saya ditelepon Pak Haji Agus tadi pagi, 'Syahril kecelakaan,' katanya. Terus, 'Tolong langsung cek ke Sekarwangi,'" ujar dia menjelaskan informasi yang diterimanya.

Suhendar bersama temannya kemudian ke RSUD Sekarwangi untuk memastikan kondisi Syahril. Menurut kabar, kecelakaan terjadi sekira pukul 04.00 WIB di depan Gang PT Nina, Desa Parungkuda, tidak jauh dari rumah almarhum. Sebelum kejadian, Syahril berpamitan kepada istrinya untuk membeli kebutuhan.

Baca Juga: Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pernah Terseret Kasus Kontroversial

Rencananya, pagi itu Syahril akan ke Bogor untuk mengikuti tes kebugaran bagi wasit berlisensi C2 yang dijadwalkan di Lapangan Pajajaran. "Hari ini jadwal tes untuk wasit selevel C2. Bahkan sudah janjian berangkat sekira pukul 05.00 kurang 10, bersama rekan-rekan dari Cikembar dan Sukabumi kota," kata Suhendar.

Informasi menyebut kecelakaan terjadi saat Syahril sedang berjalan kaki untuk menyeberang jalan, lalu diduga tertabrak sepeda motor yang melaju dari arah Parungkuda menuju Cicurug.

Suhendar menjelaskan Syahril sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke PMC dalam keadaan sadar. Bahkan masih sempat menghubungi istrinya agar tidak panik. "'Enggak usah panik, aku enggak luka apa-apa, cuma mau dibawa ke Sekarwangi,' begitu kata dia ke istrinya," ujarnya.

Setelah dirujuk ke RSUD Sekarwangi, kondisi Syahril menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 08.00 WIB. Suhendar mengaku terakhir bertemu dengan almarhum pada Sabtu (18/7/2026) sore. Saat itu keduanya sempat berbincang mengenai persiapan keberangkatan ke Bogor untuk mengikuti tes wasit.

"Saya juga sempat bilang, 'Kamu istirahat, fokus untuk keberangkatan besok.' Bahkan jam 03.10 WIB dia masih sempat chat saya soal transfer uang pertandingan," katanya.

Syahril mulai menjadi wasit sejak 2016. Ia meningkatkan lisensinya dari C3 menjadi C2 pada 2023, sehingga berhak memimpin pertandingan resmi di bawah naungan Asprov PSSI Jawa Barat, termasuk ajang seperti Piala Soeratin. Di mata Suhendar, Syahril merupakan sosok yang jujur, amanah, dan memiliki potensi besar di dunia perwasitan.

"Alhamdulillah dia wasit yang jujur, amanah, terus mempunyai potensi baik ke depannya. Dia juga wasit muda. Secara global memang rating-nya bagus di perwasitan," kata dia.

Hal yang paling berkesan bagi Suhendar adalah sikap kekeluargaan yang dimiliki almarhum terhadap sesama wasit. "Kita merasa sangat berkeluarga. Dia juga sudah biasa ke rumah saya, menginap atau makan bersama. Sosok beliau sangat mudah berakrab dengan siapa saja. Itu yang paling berkesan, rasa kekeluargaannya sangat luar biasa," lanjutnya.

Kepergian Syahril pun menyisakan duka mendalam bagi komunitas wasit di Kabupaten Sukabumi. Menurut Suhendar, rekan-rekan wasit dari berbagai wilayah seperti Jampangkulon, Palabuhanratu, Jampangtengah, Cikembar, Warungkiara, Cibadak, hingga Parungkuda, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tak hanya itu, jajaran Askab PSSI Kabupaten Sukabumi, Komisi Wasit, para sesepuh perwasitan, dan Koordinator Wilayah Puncak Raya Komisi Wasit Jawa Barat, juga turut hadir. Jenazah Sahril dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, setelah Salat Zuhur, Minggu.

Berita Terkait
Berita Terkini