Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Zinedine Zidane Bersiap Lanjutkan Warisan Deschamps

Sukabumiupdate.com
Kamis 16 Jul 2026, 09:30 WIB
Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Zinedine Zidane Bersiap Lanjutkan Warisan Deschamps

Kekecewaan para pemain Prancis setelah kalah dari Spanyol di Piala Dunia 2026 (Sumber: web/reuteus.com)

SUKABUMIUPDATE.com- Kekalahan Prancis di semifinal Piala Dunia berdampak pada generasi emas di negara tersebut berkutat dengan kekecewaan, namun era baru akan segera tiba di bawah asuhan Zinedine Zidane yang diberikan harapan untuk memanfaatkan performa dan bakat setiap pemain dalam upaya untuk mempertahankan eksistensi Prancis di kancah internasional. 

Sepanjang Piala Dunia 2026, Prancis meraih enam kemenangan beruntun dan memiliki harapan untuk tampil di partai final Piala Dunia ketiga kali secara beruntun, namun batu sandungan menerpa setelah kalah dari Spanyol dengan skor 2-0 di babak semifinal. 

Baca Juga: Harry Kane Kecewa Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Akui Tak Mampu Bendung Tekanan Argentina

Kekalahan dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi kegagalan ketiga secara beruntun bagi Prancis di fase empat besar turnamen besar setelah sebelumnya juga disingkirkan La Roja pada semifinal Euro 2024 dan UEFA Nations League 2025. Hasil ini kembali menjadi peluang yang terlewat bagi generasi emas Les Bleus yang diperkuat pemain-pemain seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, hingga Bradley Barcola, yang diperkirakan masih akan berada di level terbaiknya pada Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.

Meski dihuni banyak pemain berkualitas, Prancis belum mampu memperlihatkan dominasi ketika pertandingan memasuki momen-momen penentuan. Spanyol justru tampil lebih tenang dengan menguasai jalannya pertandingan melalui kontrol bola dan ritme permainan. Sementara itu, upaya Les Bleus untuk memberikan tekanan agar lawan melakukan kesalahan tidak berjalan efektif karena mereka sendiri terlalu sering melakukan kesalahan teknis.

Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Lionel Messi Bidik Gelar Back to Back!

“Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara taktik maupun teknik. Jika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang." ujar Kylian Mbappe dilansir dari reuteurs.com 

Kekalahan dari Spanyol juga menandai berakhirnya era Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis setelah 14 tahun memimpin Les Bleus. Laga perebutan tempat ketiga akan menjadi penampilan terakhirnya di pinggir lapangan sekaligus menutup periode ketika Prancis menjelma sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di turnamen internasional.

Baca Juga: Meski Tak Cetak Gol, Lionel Messi Jadi Arsitek Kemenangan Argentina atas Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Sejak dipercaya menangani tim pada 2012, Deschamps berhasil membangun kembali skuad Prancis yang saat itu masih dibayangi krisis akibat kegagalan dan konflik internal pada Piala Dunia 2010, ketika aksi pemberontakan pemain dan boikot latihan mengguncang sepak bola Prancis. Di bawah arahannya, Les Bleus sukses meraih gelar juara Piala Dunia 2018 di Rusia, sebelum kembali mengantarkan Prancis tampil di partai final empat tahun kemudian pada edisi Qatar 2022.

Performa Prancis sepanjang Piala Dunia 2026, terutama peningkatan di sektor serangan serta berkembangnya Michael Olise sebagai motor kreativitas tim, menjadi modal positif bagi calon pelatih berikutnya, yang diyakini akan diemban oleh Zinedine Zidane. Bagi generasi Kylian Mbappe yang kini berusia 27 tahun, peluang untuk meraih gelar dunia masih terbuka lebar, meski kesempatan bersaing di level tertinggi tidak datang setiap saat.

Baca Juga: Remontada, Argentina Comeback Dramatis Singkirkan Inggris 2-1 dan Lolos ke Final Piala Dunia 2026

Les Bleus sebelumnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah lewat adu penalti dari Argentina pada final Piala Dunia 2022. Kini, mereka kembali merasakan kekecewaan setelah Spanyol menggagalkan langkah mereka di tiga turnamen besar secara beruntun. Meski demikian, masa kepemimpinan Didier Deschamps telah membentuk kebiasaan bagi Prancis untuk selalu bersaing hingga fase-fase akhir kompetisi internasional.

Sumber: dari berbagai sumber

Berita Terkait
Berita Terkini