Tes Sirine Tsunami di Palabuhanratu dan Loji, BPBD Sukabumi Pastikan Alat Berfungsi

Sukabumiupdate.com
Selasa 26 Mei 2026, 22:43 WIB
Tes Sirine Tsunami di Palabuhanratu dan Loji, BPBD Sukabumi Pastikan Alat Berfungsi

Alat Tsunami Early Warning System (EWS) yang berada di Kantor Kelurahan Palabuhanratu Sukabumi yang diujicoba pada Selasa (26/5/2026). (Sumber Foto: Dok. BPBD)

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kembali melakukan uji coba berkala perangkat peringatan dini tsunami. Melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), BPBD sukses melaksanakan tes aktivasi sirine bencana tersebut di sejumlah titik strategis kawasan pesisir selatan, Selasa (26/5/2026) tepat pukul 10.00 WIB.

Adapun sebaran titik menara sirine yang diaktivasi berada di Kecamatan Palabuhanratu dan Simpenan, yakni di Kantor Kelurahan Palabuhanratu, area Dermaga PPN Palabuhanratu, Gedung Pusat GIC, Kantor Balawista, dan kawasan Pantai Loji di Desa Loji.

Manager Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng, menjelaskan bahwa pengecekan ini merupakan agenda wajib dan rutin yang digelar setiap tanggal 26 setiap bulannya. Langkah ini krusial demi memastikan seluruh alat Tsunami Early Warning System (TEWS) tetap berfungsi optimal tanpa kendala teknis.

"Aktivasi ini rutin dilakukan untuk mengecek apakah alat berfungsi atau tidak. Aktivasi tetap dilakukan di Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi setiap tanggal 26 setiap bulannya," kata Daeng dikutip dari akun Facebook Pemkab Sukabumi.

Baca Juga: Percepat Respons Bencana, BPBD Sukabumi Luncurkan Aplikasi SIGAP untuk Warga

Sebelum pelaksanaan uji coba sirine, lanjut Daeng, pihak BPBD terlebih dahulu melakukan koordinasi dan penyampaian informasi kepada sejumlah instansi terkait, mulai dari dinas teknis, TNI/Polri, hingga relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang berada di wilayah Palabuhanratu dan Loji Simpenan.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak panik saat mendengar suara sirine dan memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan simulasi kesiapsiagaan bencana.

Secara geografis, Daeng menyebut wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi berhadapan langsung dengan zona subduksi samudra yang memiliki potensi aktivitas kegempaan (seismik) tinggi hingga ancaman tsunami. Oleh sebab itu, kesiapan instrumen teknologi peringatan dini menjadi pilar utama dalam mereduksi risiko bencana (vulnerability reduction).

Melalui momentum uji coba rutin ini, BPBD berharap indeks literasi kebencanaan masyarakat pesisir terus meningkat. Warga diharapkan semakin familier dengan bunyi peringatan dini dan mampu mengonversi respons tersebut menjadi aksi evakuasi mandiri yang cepat serta terukur jika situasi darurat yang sebenarnya terjadi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga terhadap potensi-potensi bencana di sekitar kita," pungkas Daeng.

Berita Terkait
Berita Terkini