PMI Asal Cikole Sukabumi Koma di Jeddah, Keluarga Minta Bantuan Pemulangan

Sukabumiupdate.com
Jumat 10 Jul 2026, 20:12 WIB
PMI Asal Cikole Sukabumi Koma di Jeddah, Keluarga Minta Bantuan Pemulangan

Evi Mentari (37), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cikole Kota Sukabumi terbaring koma di Jeddah Arab Saudi karena tumor otak. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Harapan Erwin Susman (43) kini hanya satu, yakni membawa pulang istrinya, Evi Mentari (37), ke Indonesia. Namun harapan itu dibayangi kenyataan pahit. Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi tersebut kini terbaring koma di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi, setelah didiagnosis mengidap tumor otak.

Saat ditemui di kediamannya di Jalan RA Kosasih Gang Mahmud, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (10/7/2026), Erwin mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana penyakit yang diderita istrinya bermula. Yang ia ketahui, kondisi Evi mendadak memburuk sejak akhir Mei lalu.

"Mulai terasa sakit akhir Mei, masuk Juni langsung drop. Sekitar dua minggu ini sudah koma dan tidak bisa diajak bicara," ujar Erwin.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Tewas usai Tabrak Truk Parkir

Menurut Erwin, keluarga hanya memperoleh informasi bahwa Evi telah menjalani dua kali operasi otak di Arab Saudi. Namun hingga kini mereka belum mendapatkan penjelasan terperinci dari pihak manapun mengenai kronologi medis maupun perkembangan kondisi kesehatan terbaru dari ibu tiga anak tersebut.

"Saya sebagai keluarga ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi. Tahu-tahu sudah dioperasi dua kali, tapi tidak pernah dijelaskan bagaimana awal sakitnya," katanya.

Erwin menuturkan, istrinya berangkat mengadu nasib ke Arab Saudi pada November 2022 setelah mendapat ajakan dari seorang teman. Keberangkatannya dilakukan secara mandiri menggunakan visa ziarah, bukan melalui perusahaan penempatan pekerja migran resmi.

Selama berada di Arab Saudi, Evi disebut sempat menghadapi berbagai persoalan pelik. Kepada sang suami, ia sempat bercerita bahwa dirinya tidak pernah dibuatkan izin tinggal resmi (iqamah) oleh majikannya, bahkan hak gajinya selama beberapa bulan sempat tidak dibayarkan.

Baca Juga: Kebakaran Area Belakang IPSRS, RSUD Sekarwangi Cibadak: Pelayanan Tetap Normal

Karena merasa tidak tahan, Evi akhirnya memilih melarikan diri dari rumah majikan lamanya dan terpaksa bekerja serabutan demi bisa bertahan hidup di tanah perantauan.

"Dia sempat ingin pulang, kumpul-kumpul uang dulu. Tapi sebelum sempat pulang, keburu sakit," tutur Erwin.

Sejak Evi mengalami koma, jalinan komunikasi antara dirinya dan keluarga di Sukabumi terputus total. Kini, tiga buah hatinya hanya bisa menunggu kabar sambil berharap sang ibu dapat kembali ke rumah.

Tak berdaya menghadapi situasi ini, Erwin pun melayangkan permohonan terbuka dan mengetuk pintu hati Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pemerintah pusat, hingga perwakilan diplomatik Indonesia di Arab Saudi agar sudi memfasilitasi proses pemulangan istrinya.

Erwin menegaskan, dirinya hanya ingin sang istri dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi bagaimanapun, demi anak-anak yang sangat membutuhkan kehadiran sosok ibu.

"Saya hanya ingin istri saya bisa pulang ke Indonesia, bagaimana pun kondisinya. Anak-anak sangat membutuhkan ibunya," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: Nestapa Evi PMI Sukabumi di Jeddah, Kabur dari Majikan karena Tak Digaji Kini Koma Akibat Tumor Otak

Merespons aduan memilukan tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyatakan bahwa jajarannya telah bergerak cepat mendatangi kediaman keluarga Evi untuk mengumpulkan data-data primer.

Pihaknya memastikan akan segera berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian terkait, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi.

Menurut Punjul, proses pemulangan Evi ke tanah air menghadapi sejumlah kendala karena keberangkatannya tidak melalui perusahaan penempatan resmi. Selain itu, kondisi kesehatan Evi yang masih menjalani perawatan intensif membuat proses pemulangan harus menunggu izin dari pihak rumah sakit.

“Pertama kendalanya karena berangkatnya tidak melalui suatu perusahaan ya, tentu kami harus bekerja keras untuk mencari agensi pemberangkatannya, pertama itu. Yang keduanya, kendalanya karena secara fisik sedang menjalani pengobatan ya. Nah, ini tentu harus mendapatkan izin dari rumah sakit setempat ya di Arab Saudi di sana, sehingga mungkin perlu waktu untuk pemulangan seperti apa yang diharapkan oleh keluarga," tuturnya.

Kabar baiknya, Punjul memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan darurat Evi selama berada di rumah sakit saat ini ditanggung sepenuhnya oleh otoritas Pemerintah Arab Saudi. Disnaker Kota Sukabumi berjanji akan terus mengawal dan mengupayakan langkah terbaik agar perempuan malang tersebut bisa secepatnya dipulangkan.

Punjul menambahkan, kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi dengan dokumen lengkap, visa kerja yang sesuai, serta mengikuti seluruh prosedur yang berlaku.

"Hal ini penting agar para pekerja migran mendapatkan perlindungan hukum, jaminan keselamatan, serta kemudahan dalam penanganan apabila menghadapi persoalan selama bekerja di luar negeri," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini