SUKABUMIUPDATE.com - PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk atau RANS resmi melantai di BEI (Bursa Efek Indonesia) pada Jumat 10 Juli 2026. Langkah ini juga sekaligus sebagai jawaban perusahaan milik Raffi Ahmad menjawab rumor pencucian uang dibalik harga keluarga sultan andara.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi menyatakan bahwa perseroan sudah mengikuti aturan ketat dalam proses penawaran umum perdana (IPO). Dia menjelaskan bahwa RANS sebagai perusahaan terbuka sudah lolos melewati sederet ketentuan yang ditetapkan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor daripada fakta,” ucapnya dalam jumpa pers seusai IPO RANS di gedung BEI, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Baca Juga: 23-27 Juli 2026: Ada Apa Aja di Syukuran Nelayan Minajaya Sukabumi ke-14?
Dilansir dari tempo.co, menurut Cyril, ada tiga aspek yang harus dipenuhi RANS sebelum mencatatkan saham ke publik. Pertama adalah keterbukaan aspek hukum. “Jadi semua transaksi itu harus dibuktikan dengan aspek hukum, dokumen notaris, dan seterusnya,” kata dia lagi.
Aspek selanjutnya terkait dengan keterbukaan akuntansi. Ia menyatakan pembukuan RANS sudah diperlihatkan dengan jelas lewat proses sesuai ketentuan. Terakhir, adalah keterbukaan informasi.
Ihwal keterbukaan informasi, Cyril menjelaskan bahwa perusahaan memenuhi standar pengungkapan data kepemilikan saham lebih dari 1 persen dari total saham beredar. Ketentuan ini sebelumnya sempat jadi sorotan lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International.
Baca Juga: DKUKM Sukabumi Asah Skill Teknologi Informasi SDM: Perkuat Pelayanan Publik
Perusahaan juga memenuhi syarat IPO lain, yakni ketentuan minimal free float atau saham yang beredar dan bebas diperdagangkan 15 persen. “RANS memenuhi syarat tersebut. Jadi keterbukaan informasi dan jumlah saham yang diperdagangkan RANS lebih dari 20 persen,” kata dia.
Direktur Utama RANS Nagita Slavina berterima kasih atas penjelasan dari Cyril. “Karena saya rasa kalau (klarifikasi) itu datangnya dari saya dan Raffi, mungkin rasanya kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Pak Cyril, harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi,” ucapnya.
Rumor Raffi Ahmad dikaitkan dengan pencucian uang telah beberapa kali mencuat. Pada 2024 lalu sempat menghebohkan publik karena ia diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang yang dihembuskan oleh National Corruption Watch (NCW) dalam unggahan video siniarnya di kanal YouTube resmi. Dugaan itu langsung dibantah Raffi saat konferensi pers pada 5 Februari 2024.
Baca Juga: Kebakaran Area Belakang IPSRS, RSUD Sekarwangi Cibadak: Pelayanan Tetap Normal
Emiten milik Raffi menjadi perusahaan ke-8 yang mencatatkan penawaran perdana di bursa efek sejak awal 2026. Perusahaan ini menargetkan dana sebesar Rp 429,25 miliar pada IPO kali ini.
Dana tersebut digunakan perusahaan entertainment ini untuk beberapa tujuan seperti penyelenggaraan konser, akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia, hingga pembangunan wahana bermain dan belajar Cipungland.
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia. Emiten berkode saham RANS ini melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) di BEI pada Jumat, 10 Juli 2026.
Baca Juga: Jadwal Persib Bandung vs Manila Digger di Play-off AFC Champions League Two 2026/2027 Resmi Diubah
Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menjelaskan perjalanan perusahaannya sebelum melantai di bursa. “Perjalanan RANS yang kami mulai dari tahun 2016, dari sebuah kantor di garasi rumah,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat,10 Juli 2026.
Seiring berjalan waktu, Raffi mengatakan para followers atau pengikutnya di media sosial semakin bertambah. Ia menyadari bahwa ada banyak masyarakat Indonesia yang terus mendoakan rezekinya maupun keluarganya.
Dengan dukungan followers yang terus menerus bertambah, membuat RANS semakin berkembang pesat dan melahirkan peluang bisnis yang meluas ke berbagai sektor. “Karena didoakan oleh seluruh masyarakat. RANS hari ini sudah bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Raffi.
Baca Juga: Kylian Mbappe Tegaskan Cedera Engkel Tak Parah, Siap Bela Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Sebelumnya, Raffi menyebut perusahaannya dinamai PT R&R Film International. Kemudian berubah menjadi PT RANS Entertainment Indonesia pada 7 Juli 2021.
Sebelum mengadakan IPO, perusahaan menargetkan dana sebesar Rp 429,25 miliar. Pada saat pencatatan perdana saham, RANS menawarkan sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 170 per saham.
Dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan untuk berbagai aksi korporasi. Di antaranya adalah untuk penyelenggaraan konser, akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Selanjutnya untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis akal imitasi (artificial intelligence) bersama PT Feedloop Global Teknologi, pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, serta untuk memperkuat modal kerja PT RANS Nikmat Sejahtera.






