Macan Kumbang Turun ke Permukiman di Cikakak Sukabumi, Sempat Terjerat Perangkap Babi

Sukabumiupdate.com
Jumat 03 Jul 2026, 11:13 WIB
Macan Kumbang Turun ke Permukiman di Cikakak Sukabumi, Sempat Terjerat Perangkap Babi

Macan kumbang yang muncul di sekitar permukiman warga Kampung Cirendang Atas, Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Sukabumi, terekam kamera warga. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Seekor macan kumbang (panthera pardus) dilaporkan turun hingga mendekati permukiman warga di Kampung Cirendang Atas, Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/7/2026).

Satwa liar yang dilindungi tersebut sempat terjerat perangkap babi hutan sebelum akhirnya berhasil melepaskan diri dan kembali masuk ke kawasan pegunungan.

Kemunculan macan kumbang itu sempat direkam warga setempat, Andri Firmansyah. Ia mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya macan kumbang yang terjerat perangkap babi di area yang tidak jauh dari kandang domba milik warga.

Andri mengatakan, kemunculan macan kumbang di wilayah tersebut bukanlah peristiwa baru. Menurutnya, warga yang tinggal di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) sudah cukup akrab dengan keberadaan satwa liar yang sesekali turun mendekati permukiman.

"Saya tinggal di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak, jadi kemunculan macan kumbang bukan hal yang aneh. Hampir setiap musim kemarau atau bulan Safar selalu ada yang turun, baik macan tutul maupun macan kumbang," ujar Andri kepada sukabumiupdate.com, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG di 2026

Ia menjelaskan, peristiwa terbaru itu terjadi di luar kawasan taman nasional, tepatnya di area Perkebunan Sanghyang Yanita, Kampung Cirendang Atas atau yang dikenal warga dengan sebutan Puncak Angin.

Menurut Andri, macan kumbang diduga tidak sengaja terjerat perangkap babi yang dipasang warga di jalur lintasan babi hutan. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan peternakan milik warga.

"Petugas dari Taman Nasional sempat datang dan berencana melakukan pembiusan. Namun sebelum tindakan dilakukan, petugasnya terpeleset atau apa gitu, lalu macannya berhasil melepaskan diri dari jeratan babi, lalu sekitar pukul 12.30 WIB kabur kembali ke arah gunung," ungkapnya.

Andri menduga kemunculan satwa tersebut berkaitan dengan berkurangnya sumber makanan di habitat alaminya. Ia mengungkapkan, sekitar dua pekan sebelumnya seekor macan kumbang juga diduga memangsa dua ekor anjing milik warga di wilayah Cijemlong.

"Ada anjing yang biasa diikat di sawah saat musim panen hilang dua ekor. Setelah ditelusuri warga, ditemukan sisa-sisa bangkainya di kawasan Leuweung Awi. Diduga dimangsa macan kumbang," tuturnya.

Baca Juga: Portugal Singkirkan Kroasia di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Cetak Satu Gol dan Tantang Spanyol di Babak 16 Besar

Menyikapi kejadian itu, warga Desa Cirendang dan Gandasoli yang aktivitas sehari-harinya berdekatan dengan kawasan hutan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bekerja di kebun, sawah, maupun ketika menggembalakan ternak.

"Kami hanya bisa mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Hampir setiap tahun macan ini turun. Tahun lalu sempat memangsa puluhan domba di wilayah Cikidang. Tahun ini dia muncul di Cirendang, sempat memangsa anjing, lalu terlihat lagi di beberapa titik di Kecamatan Cikakak," ungkapnya.

Meski demikian, Andri menilai macan kumbang pada dasarnya tidak akan menyerang manusia selama tidak merasa terancam atau terganggu.

"Sering saya bertemu langsung di hutan saat beraktivitas, jaraknya sekitar 100 meter di kawasan Gunung Koneng. Kemungkinan karena ketersediaan makanan di hutan jadi turun mendekati permukiman," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini