SUKABUMIUPDATE.com – Truk bermuatan gula pasir seberat sekitar 15 ton terguling hingga tutup jalan di Jalan Lio Santa, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 14.50 WIB.
Diduga kendaraan tidak kuat menanjak hingga bergerak mundur tak terkendali sebelum sopir membanting setir ke arah tembok untuk menghindari pengguna jalan lain.
Akibat kecelakaan tersebut, sopir dan kernet mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Al Mulk untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Iptu Riki Saputra, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 14.50 WIB dan langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Informasi kita terima sekitar pukul 14.50, bahwa ada truk yang terguling kemudian langsung kita cek TKP," kata Riki kepada awak media.
Baca Juga: 2 Truk Tabrakan di Bantargadung, Warga Evakuasi Sopir Terjepit Kabin Ringsek
Menurut Riki, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Saat ini penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota masih meminta keterangan dari pengemudi yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
"Untuk kepastian penyebabnya masih kita selidiki, sekarang unit laka sedang ngecek ke pengemudinya, saat ini pengemudi sedang di Rumah Sakit Al Mulk, alhamdulilah tidak ada korban jiwa," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, lanjut Riki, truk tersebut mengangkut sekitar 300 karung gula pasir dengan berat masing-masing 50 kilogram atau total muatan diperkirakan mencapai 15 ton.
Muatan tersebut diketahui berasal dari gudang gula di kawasan Cikondang dan hendak dikirim ke salah satu toko di Pasar Pelita.
Baca Juga: Tuntut Relokasi, Korban Pergerakan Tanah Cijambe Bantargadung Demo di Pinggir Jalan
Dari hasil pemeriksaan sementara, truk diduga kehilangan tenaga saat melintasi tanjakan. Kendaraan kemudian bergerak mundur dalam kondisi mesin masih menyala. Namun beberapa meter kemudian mesin mati sehingga sistem pengereman tidak lagi berfungsi optimal.
"Informasinya tidak kuat menanjak kemudian mundur dalam keadaan mesin hidup, namun beberapa meter setelah mundur mesin mati, sehingga rem tidak berfungsi kemudian sopir memilih banting stir ke tembok untuk menghindari korban," jelas Riki.
Saat kejadian, di dalam kabin terdapat dua orang, yakni sopir dan kernet. Keduanya berhasil dievakuasi warga dan petugas sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga Senin sore, petugas masih melakukan proses penyelidikan sekaligus mengevakuasi kendaraan yang terguling agar arus lalu lintas di Jalan Lio Santa kembali normal.





