Warga Kabandungan Berharap Perusahaan Geothermal Lebih Terbuka Soal Operasional dan Lingkungan

Sukabumiupdate.com
Minggu 21 Jun 2026, 23:54 WIB
Warga Kabandungan Berharap Perusahaan Geothermal Lebih Terbuka Soal Operasional dan Lingkungan

Geothermal Gunung Salak. (Sumber: Instagram baritorenewables)

SUKABUMIUPDATE.com – Di tengah berbagai manfaat yang dirasakan masyarakat dari keberadaan industri panas bumi di kawasan Gunung Salak, sebagian warga berharap perusahaan dapat lebih aktif membuka informasi terkait kegiatan operasional maupun kondisi lingkungan agar tidak menimbulkan ruang bagi asumsi dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Pengelola Perpustakaan Taman Pamekar, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Lia Yulianti, menilai secara umum perusahaan telah cukup terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama melalui kegiatan sosialisasi dan berbagai program yang melibatkan warga sekitar.

"Menurut saya, secara umum pihak perusahaan sudah cukup terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama melalui kegiatan sosialisasi maupun program-program yang melibatkan masyarakat sekitar, walaupun masih sebagian kecil masyarakat," kata Lia kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (21/6/2026).

Meski demikian, ia mengatakan sebagian masyarakat masih berharap informasi mengenai kegiatan operasional perusahaan, kondisi lingkungan, hingga hasil pemantauan lingkungan dapat disampaikan secara lebih rutin dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Diduga Depresi Masalah Keluarga, Seorang Pelajar di Palabuhanratu Nekat Akhiri Hidup

Menurut Lia, keterbukaan informasi tersebut penting untuk meminimalkan munculnya berbagai asumsi maupun kekhawatiran yang berkembang di tengah warga.

"Terkait pengawasan lingkungan, sejauh yang saya ketahui memang tidak ada kejadian besar yang secara langsung merugikan masyarakat. Namun karena kegiatan perusahaan berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan, masyarakat tentu memiliki kekhawatiran yang wajar terhadap kemungkinan dampak yang dapat muncul di masa depan," ujarnya.

Ia menuturkan, masyarakat berharap pengawasan lingkungan dilakukan secara ketat, berkelanjutan, serta melibatkan berbagai pihak agar potensi dampak dapat diantisipasi sejak dini dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tetap terjaga.

Sejauh ini, Lia mengaku belum menemukan kejadian besar yang menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Namun, terdapat sejumlah hal yang sesekali menjadi perhatian warga.

Di antaranya, munculnya asumsi sebagian masyarakat yang mengaitkan gempa bumi dengan aktivitas panas bumi, kebisingan dan getaran akibat kendaraan pengangkut alat berat serta material proyek yang melintasi permukiman, hingga kondisi jalan yang dinilai lebih cepat mengalami kerusakan.

"Meskipun belum tentu semuanya berkaitan langsung dengan aktivitas perusahaan, warga berharap setiap keluhan atau pertanyaan dapat ditanggapi lebih cepat dan dijelaskan secara terbuka," katanya.

Baca Juga: Diduga Alami Kram, Wisatawan Asal Simpenan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Ciemas

Menurut Lia, aspek komunikasi masih menjadi hal yang dapat terus ditingkatkan. Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan cepat ketika terdapat aktivitas tertentu di lapangan agar tidak memunculkan dugaan maupun kekhawatiran yang berlebihan.

Ia juga menilai sebagian warga sebenarnya tidak banyak menyampaikan keluhan secara terbuka. Namun, masyarakat berharap perusahaan tetap hadir di tengah warga, mendengarkan aspirasi yang berkembang, serta melakukan pemantauan lingkungan secara konsisten.

"Dengan begitu, jika ada potensi masalah, bisa segera diantisipasi sebelum berkembang menjadi keluhan yang lebih besar," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini