Kreatif dan Inspiratif, Siswa SDN Tegalega Sukabumi Sulap Kaleng Khong Guan Jadi Drumband

Sukabumiupdate.com
Minggu 21 Jun 2026, 20:15 WIB
Kreatif dan Inspiratif, Siswa SDN Tegalega Sukabumi Sulap Kaleng Khong Guan Jadi Drumband

Potret siswa SDN Tegalega, Jampangtengah, Sukabumi saat memainkan alat musik drumband dari kaleng khong guan. (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat siswa dan para pengajar SDN Tegalega, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, untuk menampilkan pertunjukan terbaik dalam acara perpisahan siswa kelas 6 dan kenaikan kelas yang digelar pada Rabu 17 Juni 2026.

Dengan kreativitas yang tinggi, para siswa memanfaatkan berbagai barang bekas sebagai alat musik drumband. Kaleng bekas kue Khong Guan, galon Aqua dan Le Minerale, serta pipa paralon berukuran 2, 3, dan 4 inci disulap menjadi instrumen musik yang mampu menghasilkan irama menarik. Sementara alat musik belira digunakan dengan cara meminjam.

Salah seorang Pengajar di SDN Tegalega, Heri Rahadian, mengatakan ide pemanfaatan barang bekas tersebut muncul karena sekolah tidak memiliki peralatan drumband yang memadai. Namun kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang mendorong para guru untuk berkreasi.

"Kami ingin anak-anak tetap bisa tampil dan merasakan pengalaman bermain drumband meskipun sekolah belum memiliki peralatan. Akhirnya kami berinisiatif memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar untuk dijadikan alat musik," ujar Heri kepada sukabumiupdate.com, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Dari Unocal hingga Star Energy, Kisah Panjang Perpustakaan Taman Pamekar Menjaga Semangat Literasi

Sebanyak 17 siswa yang terdiri dari siswa kelas 3, 4, 5, dan 6, termasuk seorang mayoret, tergabung dalam pasukan drumband tersebut. Mereka berlatih secara rutin selama kurang lebih tiga minggu sebelum tampil di hadapan para orang tua dan tamu undangan.

Menurut Heri, semangat dan antusiasme para siswa selama latihan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pengajar. Meski menggunakan alat sederhana, mereka mampu memainkan dua lagu daerah Sunda, yakni Manuk Dadali dan Mojang Priangan, dengan cukup baik.

"Anak-anak sangat bersemangat. Mereka tidak pernah mengeluh meskipun alat yang digunakan sederhana. Justru mereka merasa bangga bisa tampil di acara sekolah dengan hasil karya sendiri," katanya.

Penampilan drumband berbahan barang bekas itu mendapat apresiasi dari para orang tua dan masyarakat yang hadir. Selain menghibur, aksi tersebut juga menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi.

Heri berharap kreativitas para siswa dapat mendapat perhatian dari berbagai pihak. Ia berharap ke depan ada bantuan peralatan drum band yang lebih memadai agar bakat dan minat siswa dapat berkembang secara optimal.

"Kami berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun pihak lainnya untuk membantu pengadaan alat drumband. Dengan fasilitas yang lebih baik, tentu anak-anak akan semakin termotivasi untuk belajar dan berprestasi," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini