Bahaya Paparan UV pada Mata: Gejala, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Sukabumiupdate.com
Kamis 06 Agu 2026, 12:00 WIB
Bahaya Paparan UV pada Mata: Gejala, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi dampak berbahaya akibat paparan sinar matahari berlebih (Sumber : Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com  - Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mata. Terlalu sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan mata, mulai dari iritasi sementara hingga penyakit yang dapat mengganggu penglihatan.

Meski mata memiliki mekanisme alami untuk menyaring sebagian sinar UV, perlindungan tersebut tidak sepenuhnya mampu menangkal paparan berlebihan, terutama saat beraktivitas di bawah terik matahari. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala, risiko, dan cara mencegah dampak buruk sinar UV terhadap mata.

Sinar ultraviolet merupakan bagian dari radiasi matahari yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Berdasarkan panjang gelombangnya, sinar UV dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • UVA, yang dapat menembus lebih dalam ke jaringan mata dan kulit.
  • UVB, yang memiliki energi lebih tinggi dan menjadi penyebab utama kerusakan akibat paparan sinar matahari.
  • UVC, yang sebagian besar diserap oleh lapisan ozon sehingga umumnya tidak mencapai permukaan bumi.

Paparan sinar UVA dan UVB secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan kumulatif pada berbagai bagian mata.

Baca Juga: Waspada Cuaca Panas! Kenali Gejala Heat Exhaustion Sebelum Berujung Heat Stroke

Gejala Mata Akibat Paparan UV Berlebihan

Paparan sinar UV dapat menimbulkan beberapa keluhan, di antaranya:

  1. Mata Terasa Perih atau Terbakar. Salah satu gejala yang sering muncul adalah sensasi seperti terbakar atau tersengat pada mata setelah berada lama di bawah sinar matahari.
  2. Mata Merah. Paparan UV dapat menyebabkan iritasi sehingga pembuluh darah di permukaan mata melebar dan membuat mata tampak merah.
  3. Mata Berair. Produksi air mata yang meningkat merupakan respons alami tubuh terhadap iritasi akibat sinar UV.
  4. Sensitif terhadap Cahaya (Fotofobia). Penderita mungkin merasa tidak nyaman saat melihat cahaya terang sehingga cenderung menyipitkan mata.
  5. Penglihatan Kabur Sementara. Pada kondisi tertentu, paparan UV yang tinggi dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram untuk sementara waktu.

Risiko Jangka Panjang Paparan UV pada Mata

Paparan sinar UV yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit mata, antara lain:

  1. Katarak. Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan semakin kabur. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa paparan sinar UV merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mempercepat terbentuknya katarak.
  2. Pterigium. Pterigium adalah pertumbuhan jaringan pada bagian putih mata yang dapat meluas ke kornea. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
  3. Fotokeratitis. Fotokeratitis merupakan "sunburn" pada kornea akibat paparan sinar UV yang intens. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, mata berair, silau, dan sensasi seperti ada pasir di mata.
  4. Degenerasi Makula Terkait Usia (Age-related Macular Degeneration/AMD). Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan UV dalam jangka panjang diduga ikut berkontribusi terhadap kerusakan makula, yaitu bagian retina yang berperan penting dalam penglihatan sentral. Meski penyebab AMD bersifat multifaktor, perlindungan terhadap sinar UV tetap dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Tubuh Tetap Sehat hingga Usia Tua

Cara Melindungi Mata dari Paparan Sinar UV

Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi risiko kerusakan mata akibat sinar UV.

  1. Gunakan Kacamata Hitam dengan Perlindungan UV. Pilih kacamata hitam yang mampu menghalangi 99–100% sinar UVA dan UVB. Warna lensa bukan penentu utama, yang terpenting adalah adanya perlindungan terhadap sinar UV.
  2. Kenakan Topi Bertepi Lebar. Topi dapat membantu mengurangi jumlah sinar matahari yang langsung mengenai mata sehingga memberikan perlindungan tambahan.
  3. Hindari Paparan Matahari pada Jam Terik. Usahakan membatasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00–16.00, ketika intensitas sinar UV umumnya paling tinggi.
  4. Jangan Menatap Matahari Secara Langsung. Melihat matahari secara langsung, termasuk saat gerhana tanpa pelindung khusus, dapat menyebabkan kerusakan serius pada retina.
  5. Gunakan Pelindung Mata Saat Beraktivitas di Lingkungan Berisiko. Jika bekerja di area dengan paparan sinar UV tinggi atau menggunakan alat yang menghasilkan radiasi UV, gunakan pelindung mata sesuai standar keselamatan kerja.

Paparan sinar UV tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan mata. Dalam jangka pendek, sinar UV dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, hingga fotokeratitis. Sementara itu, paparan berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko katarak, pterigium, dan gangguan mata lainnya.

Melindungi mata dengan menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV, mengenakan topi, menghindari paparan sinar matahari saat intensitasnya tinggi, serta tidak menatap matahari secara langsung merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mata sepanjang hidup.

Baca Juga: Pihak Ruben Onsu Buka Suara soal Tuduhan Perselingkuhan dari Sarwendah

Sumber: WHO

Berita Terkait
Berita Terkini