SUKABUMIUPDATE.com - PT KAI meminta maaf pasca insiden truk boks tertemper Kereta Api Pangrango di perlintasan kereta api Jalan Alternatif Cibadak-Nagrak tepatnya di Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Kecelakaan tersebut dikabarkan mengakibatkan empat orang menjadi korban.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan KA Pangrango atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat insiden temperan dengan sebuah truk box di perlintasan sebidang resmi tidak terjaga JPL 36 KM 43+200/300, petak jalan Cisaat–Cibadak.
Insiden tersebut melibatkan KA Pangrango (KA 227A relasi Sukabumi–Bogor) dengan sebuah kendaraan truk box yang berada di perlintasan saat kereta melintas. Setelah kejadian, petugas KAI segera melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
Baca Juga: 1.515 Peserta dan Ahli Waris Terima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp49,3 Miliar
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan pengamanan perjalanan kereta api dan pemeriksaan terhadap sarana serta kondisi jalur sebelum kereta diizinkan melanjutkan perjalanan.
"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Oleh karena itu, setiap terjadi insiden yang berpotensi mempengaruhi perjalanan kereta api, petugas wajib memastikan kondisi sarana, jalur, dan aspek operasional lainnya benar-benar aman sebelum perjalanan dilanjutkan," ujar Franoto lewat keterangan tertulis.
Dari hasil pemeriksaan awal, insiden mengakibatkan kerusakan pada lampu semboyan lokomotif. Selain itu, posisi kendaraan sempat berada di area jalur kereta api sehingga memerlukan proses pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Cara Mudah Daftar NIB Secara Online dan Persyaratannya
Setelah seluruh prosedur keselamatan dilaksanakan dan dinyatakan aman, KA Pangrango kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.33 WIB. Kereta tiba di Stasiun Cibadak pukul 15.40 WIB dan setelah proses administrasi serta pemeriksaan teknis selesai, kembali diberangkatkan pada pukul 15.47 WIB dengan keterlambatan sekitar 24 menit.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Langkah pemeriksaan dan pengamanan yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung dengan selamat dan aman," tambah Franoto.
KAI juga mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Sesuai ketentuan perundang-undangan, perjalanan kereta api memiliki prioritas utama sehingga pengguna jalan wajib berhenti dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Copot Kepala Desa Babakanjaya Parungkuda
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan merupakan upaya penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api," tutup Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta akan terus melakukan edukasi keselamatan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.
Saksi Mata Ungkap Korban Jiwa
Seorang warga di lokasi kejadian, Rara, mengatakan truk boks dengan nomor polisi F 8364 TE yang melaju dari arah Nagrak menuju jalan utama Cibadak diduga menerobos perlintasan kereta api. Beberapa saat kemudian, Kereta Api Pangrango yang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor menabrak bagian truk tersebut.
Baca Juga: 5 Cafe Unik di Sukabumi dengan Menu Jamu, Matcha, hingga Jus Segar, Wajib Coba!
Rara menyebut, benturan keras mengakibatkan truk boks terpental sejauh sekitar 10 hingga 15 meter dari titik tabrakan. Truk boxs yang terpental disebut turut menyeret dua orang warga yang berada di sekitar lokasi.
"Jumlah korban empat orang," kata Rara kepada sukabumiupdate.com. Menurut Rara, kondisi keempat korban saat itu tiga diantaranya mengalami luka-luka dan satu meninggal dunia.
"Sopir dan kernet serta seorang warga petugas kebersihan mengalami luka. Kalau yang meninggal itu warga sedang bawa motor terjepit bersama motornya dibawah mobil boxs," tambahnya.





