Goa Cigintung Gunungsungging, Jejak Megalodon dan Mitos Huntu Gelap dari Selatan Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Minggu 31 Mei 2026, 10:02 WIB
Goa Cigintung Gunungsungging, Jejak Megalodon dan Mitos Huntu Gelap dari Selatan Sukabumi

Goa Cigintung di Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu lokasi yang menyimpan cerita penemuan fosil gigi hiu purba Megalodon. (Sumber: Real Pic Edit by AI)

SUKABUMIUPDATE.com – Di balik perbukitan hijau Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terdapat sebuah gua yang menyimpan jejak sejarah purba sekaligus cerita turun-temurun masyarakat setempat.

Goa Cigintung, yang berada tidak jauh dari permukiman warga, kini dikenal sebagai salah satu lokasi penting yang berkaitan dengan penelitian fosil gigi hiu purba Megalodon di kawasan Jampang Selatan.

Desa Gunungsungging sendiri telah lama dikenal para peneliti sebagai wilayah yang menyimpan temuan fosil gigi Megalodon. Hiu raksasa ini diperkirakan hidup jutaan tahun lalu di lautan purba yang pernah menutupi sebagian wilayah selatan Pulau Jawa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gunungsungging, Eli Yulianti, mengatakan Goa Cigintung memiliki karakteristik alam yang unik. Mulut gua memiliki lebar sekitar 2 hingga 3 meter dengan kedalaman mencapai 30 meter, sementara tinggi lorong gua bervariasi antara 1 hingga 2 meter.

"Goa Cigintung lokasinya dekat dengan permukiman warga. Di atas gua terdapat lahan perkebunan milik masyarakat seluas kurang lebih satu hektare yang ditumbuhi bambu dan berbagai pohon kayu keras," ujar Eli kepada sukabumiupdate.com, Minggu (31/5/2026).

Baca Juga: DPRD Sukabumi Dukung Pementasan "Pulo Megalodon Jampang", Angkat Sejarah Hiu Purba dan Edukasi Lingkungan

Menurut Eli, di dalam Goa Cigintung terdapat lorong yang diyakini terhubung dengan Goa Gunungsungging. Namun, lorong tersebut sangat sempit sehingga tidak dapat dilalui oleh manusia.

"Ada lorong yang tembus ke Goa Gunungsungging, tetapi ukurannya kecil sehingga tidak bisa dilewati. Sampai sekarang masih menjadi bagian yang menarik untuk diteliti," katanya.

Lebih dari sekadar objek wisata alam, Goa Cigintung juga erat kaitannya dengan kisah penemuan fosil gigi Megalodon yang pernah ramai diperbincangkan. Eli menjelaskan, perburuan dan pencarian fosil gigi hiu purba oleh masyarakat maupun kolektor sempat marak terjadi pada periode tahun 2019 hingga 2020.

Meski demikian, keberadaan fosil tersebut sebenarnya telah lama dikenal oleh masyarakat setempat jauh sebelum menjadi perhatian besar bagi para peneliti.

"Dari cerita orang tua dulu, fosil gigi Megalodon sudah sering ditemukan. Masyarakat menyebutnya sebagai 'huntu gelap'. Namun dulu tidak diperjualbelikan seperti sekarang," ungkapnya.

Baca Juga: Misteri Fosil Huntu Gelap dalam Teater Pulo Megalodon Jampang di Goa Cigintung Sukabumi

Dalam kepercayaan masyarakat tempo dulu, lanjut Eli, huntu gelap dianggap sebagai benda yang memiliki nilai magis dan diyakini sebagai peninggalan penguasa laut purba Jampang. Fosil tersebut kerap dijadikan "palakiah" atau benda spiritual yang dipercaya dapat memberikan perlindungan.

"Orang tua dulu percaya huntu gelap bisa digunakan untuk mengusir penyakit, terutama pada hewan ternak seperti ayam yang terkena wabah kematian massal. Itu bagian dari kepercayaan masyarakat zaman dulu," jelas Eli.

Ia menambahkan, kebiasaan masyarakat yang tidak memperjualbelikan fosil pada masa lalu secara tidak langsung menjadi bentuk konservasi terhadap benda-benda bersejarah yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Kini, Goa Cigintung kerap dijadikan lokasi kegiatan penelitian dan edukasi mengenai sejarah geologi serta kehidupan laut purba yang pernah berkembang di kawasan Jampang Selatan. Keberadaan gua tersebut menjadi salah satu bukti kekayaan warisan alam dan budaya yang dimiliki Desa Gunungsungging.

"Goa ini sering dijadikan tempat penelitian atau ginoong. Harapannya ke depan bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal sejarah Megalodon serta kekayaan alam yang ada di Gunungsungging," pungkas Eli.

Dengan perpaduan antara nilai ilmiah, sejarah purba, dan kearifan lokal masyarakat, Goa Cigintung menjadi destinasi yang menyimpan banyak cerita tentang masa lalu Jampang Selatan yang masih terus menarik perhatian peneliti maupun pecinta sejarah hingga saat ini.

Berita Terkait
Berita Terkini