SUKABUMIUPDATE.com - Insiden jatuhnya satu keluarga guru honorer dari Jembatan Gantung Cibodas pada Jumat (15/5/2026) malam menyingkap kondisi memprihatinkan infrastruktur di perbatasan Kecamatan Cidadap dan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Jembatan vital tersebut diketahui telah mengalami kerusakan parah selama 16 tahun tanpa tersentuh perbaikan permanen.
Peristiwa tersebut mengakibatkan Yono Sutrisno (39), seorang guru honorer, mengalami patah kaki kanan setelah terjatuh dari ketinggian sekitar delapan meter. Insiden ini disebut warga sebagai puncak dari rentetan kecelakaan yang selama ini mengancam pengguna jembatan.
Tokoh pemuda Cidadap, Yandi Cahyadi, mengungkapkan bahwa jembatan sepanjang 20 meter tersebut merupakan akses utama pada ruas jalan kabupaten Cikadu–Ciawi. Meski berstatus jalan kabupaten, penanganannya selama ini hanya mengandalkan swadaya masyarakat.
“Jembatan ini dibangun lebih dari 30 tahun lalu. Namun, sejak 16 tahun terakhir kondisinya mulai rusak parah. Deck atau lantai kayu sudah lapuk dan banyak lubang yang menganga,” ujar Yandi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Lagi, Jembatan Gantung Cibodas Sukabumi Makan Korban: Satu Keluarga Jatuh ke Sungai, Ayah Patah Kaki
Hampir setiap bulan, lanjut Yandi, warga dari dua desa (Banjarsari dan Curugkembar) harus patungan dan bergotong royong mengganti kayu yang bolong. Hal ini dilakukan agar anak sekolah, guru, hingga petani tetap bisa melintas meskipun nyawa menjadi taruhannya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Selain lantai yang bolong, struktur utama berupa tali gantung atau seling baja jembatan penghubung antarkecamatan tersebut kini kondisinya sudah mengkhawatirkan.
“Tali gantungnya juga sudah mengkhawatirkan, berkarat dan nyaris tidak kuat menahan beban. Jika terus dibiarkan, kami khawatir jembatan ini akan benar-benar putus total,” tambah Yandi.
Warga pun mempertanyakan belum adanya pembangunan permanen dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, padahal usulan perbaikan disebut sudah berulang kali disampaikan.
“Ini akses utama warga. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pembangunan permanen sebelum ada korban yang lebih parah,” tegas Yandi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Kondisi Korban: Luka Fisik dan Trauma Mendalam
Dalam insiden Jumat malam tersebut, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Yono tergelincir sekitar lima meter sebelum ujung jembatan wilayah Curugkembar. Meski motor tertahan tali besi, Yono beserta anak dan istrinya terlempar ke pinggir sungai dengan dasar pasir.
“Pak Yono mengalami patah kaki kanan. Istrinya luka di pelipis mata dan kening. Sementara anak-anaknya mengeluh sakit di bagian badan dan pinggul, serta mengalami trauma mendalam,” jelas Yandi.
Saat ini, Yono Sutrisno menjalani perawatan mandiri di rumahnya. "Tidak dibawa ke rumah sakit, hanya dibawa ke ahli tulang dan diobati dengan obat herbal serta pengobatan tradisional," tandasnya.





