Cegah Infeksi Nosokomial, Dinkes Sukabumi Kampanyekan Cuci Tangan Lewat "Hand Hygiene Dance"

Sukabumiupdate.com
Sabtu 16 Mei 2026, 11:26 WIB
Cegah Infeksi Nosokomial, Dinkes Sukabumi Kampanyekan Cuci Tangan Lewat "Hand Hygiene Dance"

Lomba Hand Hygiene Dance yang digelar di RSUD Sekarwangi Cibadak Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi punya cara unik untuk mengedukasi masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Melalui kegiatan lomba Hand Hygiene Dance yang digelar di RSUD Sekarwangi baru-baru ini, Dinkes mengajak masyarakat membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan cara yang menyenangkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia sekaligus penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan fasilitas kesehatan.

“Sebenarnya itu kita setiap hari cuci tangan sedunia. Dalam rangka merayakan itu kita adakan lomba cuci tangan pakai sabun,” ujar Masykur kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Masykur, berdasarkan berbagai penelitian dan data empiris, kebiasaan mencuci tangan terbukti dapat membantu mencegah berbagai penyakit yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Jadi itu semacam edukasi dan kampanye untuk pembiasaan kepada tenaga kesehatan khususnya, dan juga kepada masyarakat umumnya untuk melakukan cuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga: Dinkes Sukabumi Apresiasi Peran Bidan di Hari Bidan Sedunia 2026

Ia menegaskan, kebiasaan mencuci tangan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyakit. Dalam kegiatan Hand Hygiene Dance tersebut, peserta juga diperlihatkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar melalui gerakan senam dan edukasi visual.

“Sehingga cuci tangan ini menjadi habit atau kebiasaan bagi nakes dan juga masyarakat,” jelasnya.

Masykur menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan PHBS di Kabupaten Sukabumi. Sasaran utama kegiatan memang menyasar tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas karena mereka dinilai memiliki risiko tinggi dalam penularan penyakit apabila tidak membiasakan cuci tangan.

“Tenaga kesehatan itu sangat rentan ketika misalkan di rumah sakit mereka tidak membiasakan cuci tangan. Akan terjadi infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang terjadi di fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, infeksi nosokomial dapat berdampak pada pasien, termasuk memperpanjang masa perawatan dan meningkatkan risiko penularan penyakit di fasilitas kesehatan.

Kegiatan tersebut mendapat respon antusias dari peserta. Masykur menyebut, peserta berasal dari berbagai unsur pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

“Dari perwakilan rumah sakit ada, baik pemerintah maupun swasta. Dari perwakilan puskesmas ada, dari perwakilan klinik ada, dari organisasi profesi kesehatan juga ada,” katanya.

Baca Juga: Capaian CKG Sukabumi Baru 2,44 Persen, Dinkes Perkuat Kolaborasi Percepatan Layanan

Ia mengatakan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan pada momen tertentu sebagai bagian dari kampanye kesehatan masyarakat.

“Insyaallah di momen-momen tertentu seperti Hari Kesehatan Nasional atau Hari Cuci Tangan Sedunia,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Masykur mengimbau masyarakat untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk rutin mencuci tangan pakai sabun sebagai langkah sederhana namun efektif mencegah penyakit.

“Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat. Ini terbukti efektif mencegah berbagai penyakit,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan biaya besar.

“Sehat itu murah, sakit yang mahal. Menjaga kesehatan seperti cuci tangan dan olahraga itu tidak mahal, tetapi ketika sudah sakit biaya pengobatannya jauh lebih besar,” pungkasnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini