SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi jembatan gantung Cibodas yang rusak parah kembali memakan korban. Teranyar, satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak terjatuh dari jembatan tersebut ke dasar sungai pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Cibodas setinggi kurang lebih 5 meter ini merupakan akses penghubung antara Kampung Cimahi Desa Banjarsari Kecamatan Cidadap dan Kampung Sindangkerta Desa Curugkembar Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.
Adapun insiden ini menimpa Yono Sutrisno, seorang guru honorer di SMPN 2 Cidadap, bersama istri dan dua buah hatinya. Akibat kejadian tersebut, Yono mengalami patah kaki, sementara anak dan istrinya mengalami luka-luka serta trauma mendalam.
Baca Juga: Perjuangan di Jalan Rusak, Cerita Ambulans Desa di Sukabumi Evakuasi Ibu Melahirkan
Kronologi Kejadian di Jembatan Lapuk
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat keluarga Yono yang mengendarai sepeda motor Honda Beat melintas dari arah Kampung Naringgul Desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar, hendak pulang ke Kampung Ancaen Desa Hegarmanah Kecamatan Sagaranten. Saat melintasi Jembatan Cibodas yang licin pasca hujan, motor korban tergelincir di atas lantai kayu yang sudah lapuk.
Kepala Desa Curugkembar, Adri Affaratu, menjelaskan bahwa motor korban sempat tersangkut di antara celah kayu jembatan.
“Kondisi jembatan memang licin setelah turun hujan. Saat melintas motor tergelincir lalu jatuh dan tersangkut di jembatan. Korban sempat terjepit kayu di bagian kaki,” ujar Adri kepada sukabumiupdate.com, Sabtu dinihari (16/5/2026).
Beruntung, saat kejadian debit air Sungai Cibodas sedang dangkal sehingga nyawa satu keluarga tersebut berhasil diselamatkan warga. Yono terpaksa dievakuasi menggunakan tandu karena mengalami cedera patah tulang kaki yang serius.
Jembatan penghubung antardesa sepanjang 20 meter itu diketahui sudah dalam kondisi memprihatinkan sejak 16 tahun terakhir. Meskipun merupakan kewenangan Pemerintah Daerah, jembatan yang dibangun tiga dekade lalu ini belum pernah mendapat perbaikan permanen.
“Jembatan ini dibangun lebih dari 30 tahun lalu dan sudah mengalami kerusakan parah sejak sekitar 16 tahun terakhir. Deck atau lantai jembatan sudah lapuk, tali gantungnya juga nyaris putus,” tambah Adri.
Baca Juga: Akses Terancam Putus! Santri Terperosok dan Jatuh ke Sungai di Jembatan Gantung Cibodas Sukabumi
Tokoh pemuda Cidadap, Yandi Cahyadi, yang juga merupakan rekan korban, mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan nyata sebelum ada korban jiwa.
“Korban itu rekan saya, Yono Sutrisno guru honorer SMPN 2 Cidadap di Desa Banjarsari,” ujar Yandi.
Ia menambahkan, warga dari dua desa selama ini rutin melakukan perbaikan secara gotong royong karena kondisi jembatan terus mengalami kerusakan.
“Hampir setiap bulan diperbaiki seadanya oleh warga. Kami mohon kepada pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan permanen karena jembatan ini sangat membahayakan,” tandasnya.
Berdasarkan catatan sukabumiupdate.com, kejadian yang menimpa keluarga Yono bukanlah yang pertama kali terjadi. Jembatan Gantung Cibodas tercatat sering "memakan korban". Sebelumnya, insiden serupa yang diberitakan yakni menimpa seorang santri yang tengah melintas hingga terperosok ke celah lantai jembatan yang bolong pada akhir Agustus 2025 lalu.
Kala itu, warga sudah memperingatkan bahwa akses ini terancam putus total jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius. Rentetan kejadian ini semakin mempertegas urgensi pembangunan jembatan permanen guna menjamin keselamatan ribuan warga yang bergantung pada jalur tersebut setiap harinya.





