SUKABUMIUPDATE.com - Di balik perannya sebagai pelayan masyarakat, Dadan (61 tahun), Ketua RT di Kampung Ciherang RT 09/07, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyimpan kisah pilu yang jarang diketahui publik.
Pengabdiannya sebagai Ketua RT kerap terlihat dalam perjuangannya membela hak-hak warga. Namun di balik itu, dirinya justru sering luput dari sorotan, bahkan ketika kondisi pribadinya sendiri membutuhkan perhatian.
Dadan bersama keluarganya kini menempati rumah semi permanen berukuran 5 x 7 meter yang dalam kondisi memprihatinkan sejak 10 tahun terakhir. Material bangunan telah lapuk dimakan usia, salah satu sudut rumah bahkan sudah ambrol. Sementara bagian depan nyaris ambruk dan hanya bertahan dengan tiang-tiang bambu sebagai penopang seadanya.
Baca Juga: Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Sukabumi, DPMPTSP Bicara Soal Kewenangan Izin
Dadan tinggal bersama istrinya, Marpuah (58 tahun), lima anak, serta seorang cucu yang masih bayi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Dadan mengandalkan penghasilan dari berjualan cilok, sedangkan istrinya mengelola kios kecil yang menjual jajanan anak sekolah.
“Ya, saya kadang berjualan cilok di sekolah. Istri saya menunggui kios makanan anak sekolahan, tapi hasilnya hanya cukup untuk makan,” ujar Dadan lirih saat ditemui Sukabumiupdate.com,di kediamannya, Selasa (21/4/2026).
Bolong, kondisi di sudut rumah Pak RT Dadan di Kampung Ciherang RT 09/07, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade. | SU/Ragil.
Usia rumah yang ditempati keluarga ini merupakan warisan orang tua sejak 30 tahun lalu. Seiring waktu, kondisinya terus memburuk. Saat hujan turun, mereka terpaksa berpindah-pindah tempat tidur untuk menghindari atap bocor.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG di 47 Kecamatan Kabupaten Sukabumi Hari Ini
“Kalau sedang tidur dan turun hujan, kami harus mencari tempat yang tidak bocor. Bukan kami tidak berusaha memperbaiki, tapi kondisi keuangan kami tidak menentu,” tuturnya.
Ironisnya, sebagai Ketua RT, Dadan dikenal aktif mengusulkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi warganya. Namun hingga kini, ia belum merasakan bantuan serupa.
“Sering saya mengajukan ke pemerintah untuk warga yang rumahnya tidak layak huni. Untuk saya sendiri, mungkin belum ada rezekinya,” katanya dengan senyum tipis.
Baca Juga: Ramuan Daun Keji Beling: Herbal Alami untuk Mengatasi Batu Ginjal
Di tengah kondisi tersebut, beban keluarga semakin bertambah. Marpuah kini harus membagi waktu antara menjaga kios dan merawat cucunya yang masih bayi. Bayi tersebut diasuh setelah sang ibu meninggal dunia sepekan lalu.
“Saya sekarang lebih banyak mengurus bayi ini. Ibunya meninggal minggu lalu, jadi kami yang merawat,” ujar Marpuah sembari menggendong cucunya.
Kondisi rumah Dadan telah menjadi perhatian pemerintah desa. Kepala Desa Buniwangi, Dadan Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya mengajukan bantuan melalui berbagai program, termasuk rutilahu, agar keluarga tersebut dapat segera mendapatkan hunian yang layak.
Baca Juga: Jembatan Linggamanik Ambruk, UPTD PU Jampangtengah Siapkan Usulan Perbaikan
Di tengah keterbatasan, Dadan dan keluarganya tetap bertahan dengan segala keterbatasan. Harapan sederhana mereka hanya satu—memiliki rumah yang layak, tempat berteduh yang aman bagi anak, cucu, dan masa depan keluarga kecilnya.






