Inilah Sosok Diduga Pelaku Penipuan Modus Jumat Berkah di Masjid Al Arfaj Cibadak

Sukabumiupdate.com
Jumat 17 Apr 2026, 21:05 WIB
Inilah Sosok Diduga Pelaku Penipuan Modus Jumat Berkah di Masjid Al Arfaj Cibadak

Sosok diduga pelaku penipuan modus Jumat berkah di Masjid Al Arfaj, Cibadak, Kabupaten Sukabumi | Foto : rekaman CCTV/edit by AI

SUKABUMIUPDATE.com — Sosok pelaku dugaan penipuan berkedok kegiatan sedekah “Jumat Berkah” pada Jumat (17/4/2026), di Masjid Jami Al Arfaj, Perumahan Gunung Walat Green Hill, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terekam kamera pengintai yang terpasang di area masjid.

Ketua DKM Masjid Jami Al Arfaj, Rian Purnomo, mengungkapkan ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan para pedagang yang sempat berinteraksi langsung. Pelaku disebut merupakan seorang pria dengan perawakan sedang, berkulit putih, mengenakan kaos lengan panjang berwarna hitam, sarung, serta memakai kalung.

“Pada saat dicek di CCTV, pedagang menyebutkan kurang lebih ini wajah pelaku, cuma agak putih memakai kalung,” ujar Rian kepada sukabumiupdate.com.

Ia menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat pengurus DKM tidak berada di lokasi. Saat itu, hanya ada seorang marbot yang tengah membersihkan area masjid.

Pelaku mendatangi para pedagang di sekitar masjid dan mengumpulkan mereka dengan dalih akan menggelar kegiatan Jumat Berkah. Para pedagang diminta menyiapkan dagangannya untuk dibagikan kepada jamaah salat Jumat.

Menurut Rian, pelaku sempat meyakinkan marbot dengan menyebut seluruh kegiatan telah tertata dan pedagang sudah disiapkan. Karena mengira para pedagang telah dibayar, marbot pun mengizinkan kegiatan tersebut berlangsung.

Baca Juga: Penipuan Berkedok Jumat Berkah di Masjid Al Arfaj Cibadak, Sejumlah Pedagang Jadi Korban

Tanpa menaruh curiga, para pedagang mengikuti arahan pelaku. Sejumlah warga di sekitar lokasi juga turut membantu karena mengira kegiatan itu merupakan sedekah.

Namun setelah makanan dibagikan kepada jamaah, pelaku tidak melakukan pembayaran dan justru menghilang. Selain itu, pelaku juga diduga membawa kabur uang tunai milik salah satu pedagang sebesar Rp350 ribu dengan iming-iming akan diganti dua kali lipat.

Tak hanya itu, dua unit ponsel milik pedagang juga dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.

Rian menyebut total kerugian dari makanan yang telah diborong mencapai Rp2.280.000. Jika ditambah uang tunai yang dibawa pelaku, total kerugian mencapai Rp2.630.000, belum termasuk dua unit ponsel.

“Totalnya Rp2.280.000 dari pedagang yang diborong makanannya untuk jamaah. Itu di luar uang Rp350 ribu dan dua unit ponsel,” jelasnya.

Adapun pedagang yang menjadi korban di antaranya penjual bakso, siomay, kupat sayur, buah potong, hingga kopi keliling. Selain itu, marbot masjid dan seorang tukang ojek juga turut terdampak.

Pelaku diketahui menggunakan modus mengatasnamakan seorang dokter tanpa identitas jelas. Ia juga sempat memperlihatkan sejumlah uang dan amplop kepada pedagang untuk meyakinkan aksinya.

Baca Juga: Dewan Jabar Muhammad Jaenudin Siap Kawal Nasib Eks Karyawan PT TML Sukabumi

“Pedagang tidak kenal, jamaah pun tidak. Sepertinya dia pakai cara untuk meyakinkan korban. Tukang buah saja baru sadar ponselnya hilang setelah selesai salat Jumat,” kata Rian.

Rian menyebutkan, pihak DKM telah mengganti kerugian para pedagang untuk makanan yang telah dibagikan kepada jamaah, sementara kerugian berupa ponsel tidak ditanggung.

Saat ini, pihak DKM berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat untuk ditindaklanjuti. “Rencananya mau lapor ke polisi,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini