SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Surade 4 bersama Yayasan Surade Alami Nusantara menyampaikan permohonan maaf terkait insiden dalam proses distribusi makanan tambahan (PM) di Posyandu Desa Kadaleman,Kecamatan Surade.
Kepala SPPG Rivaldie mengakui adanya kekurangan dalam aspek pengawasan dan koordinasi dengan kader Posyandu sehingga memicu terjadinya peristiwa tersebut.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Memang terdapat kekurangan dalam pengawasan dan koordinasi dengan pihak kader Posyandu, sehingga hal ini bisa terjadi,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Kasus LNG, Eks Dirut Gas Pertamina Hari Karyuliarto Dituntut 6,5 Tahun Penjara
Rivaldie menegaskan, ke depan pihaknya akan meningkatkan pelayanan sekaligus memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Surade Alami Nusantara, Dian Astiani, menyampaikan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pihak yayasan.
“Kami akan menjadikan ini sebagai evaluasi untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pelayanan terhadap penerima manfaat (PM). Dan ternyata yg kemarin di pindah kan ke plastik Hanya 10 porsi karna orang nya ga hadir dan jauh rumahnya,” kata Dian.
Baca Juga: Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp1,77 Triliun Akibat Avtur, Pemerintah Jamin Tak Bebani Jemaah
Ia juga menambahkan, pihak yayasan telah memberikan solusi dengan menyalurkan bantuan berupa wadah salinan ompreng bagi penerima manfaat yang berada jauh dari lokasi Posyandu atau tidak dapat hadir secara langsung. Jumlah wadah salinan ompreng di berikan 722 penerima maaf SPPG Surade 4.
Di sisi lain, kader Posyandu Neneng Hamidah menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas tindakannya yang memindahkan makanan dari ompreng ke plastik tanpa sepengetahuan pihak dapur SPPG Surade 4.
“Saya mohon maaf karena telah mengambil inisiatif memindahkan makanan ompreng ke plastik tanpa sepengetahuan pihak dapur. Ke depan saya tidak akan mengulangi kembali,” ungkapnya.
Baca Juga: Siap-siap Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, BMKG: Rata-rata Selama 30 Tahun
Dengan adanya kejadian ini, seluruh pihak berharap koordinasi antara SPPG, kader Posyandu, dan yayasan dapat semakin diperkuat guna memastikan kualitas pelayanan gizi kepada masyarakat tetap terjaga.
Paket MBG dalam Sebungkus Plastik
Sebelumnya, Senin 13 April 2026 warga Kampung Pasiripis, Desa Kadaleman, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyoroti pembagian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) B3 yang diperuntukkan bagi balita dan ibu menyusui. Berdasarkan video yang diterima sukabumiupdate.com, paket MBG yang diterima penerima manfaat berupa nasi, tumis buncis dan wortel yang dicampur irisan tempe dan satu buah jeruk yang disatukan dalam plastik bening.
Polemik ini menjadi perhatian warga yang berharap ke depan distribusi MBG dapat dilakukan secara lebih higienis serta merata bagi seluruh penerima manfaat.



