SUKABUMIUPDATE.com - Institut Madani Nusantara (IMN) Sukabumi, resmi berubah nama menjadi universitas melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2026.
Penyerahan surat keputusan dilakukan di Gedung IMN Jalan Lio Balandongan Sirnagalih No 74, Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Minggu (05/04/2026). Dalam momen tersebut hadir sejumlah tokoh, diantaranya Wakil Walikota Bobby Maulana, Mantan Wali Kota Mohamad Muraz, KH. Zainal Abidin, perwakilan Kemenag kota dan kabupaten, dan perwakilan kampus di kota dan kabupaten.
SK perubahan dari institut menjadi Universitas Madani Nusantara (UMN) tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Amien Suyitno, dan diterima oleh Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof. Endin Nasrudin.
Rektor Universitas Madani Nusantara, Prof. Endin Nasrudin, menyatakan bahwa transformasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika sekaligus bentuk pengakuan atas kinerja yang telah dibangun.
Baca Juga: Harga Plastik hingga Tali Rafia Naik di Pasar Surade Sukabumi, Pedagang Menjerit
“Ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan status sebagai universitas, UMN dihadapkan pada sejumlah agenda strategis, di antaranya peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset dan publikasi ilmiah, percepatan transformasi digital, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional, regional maupun global.
"Transformasi institut ke universitas ini sudah dinanti oleh kami, karena UMN sudah memiliki 3 Fakultas yang sudah berjalan, yaitu; Tarbiyah dan Keguruan, Dakwah dan Komunikasi, Syariah dan Hukum dengan formulasi ada tujuh Prodi untuk S1 dan Pasca Sarjana (S2). Maka, setelah SK ini terbit Kami akan menambah lagi tiga fakultas, yaitu; Saintek, Ilmu Kesehatan (S1) dan Program Doktoral untuk S3," tegasnya.
Selain itu, pengembangan kemitraan dengan dunia industri, pemerintah, dan institusi internasional juga menjadi fokus untuk memperkuat posisi lembaga di tengah persaingan pendidikan tinggi.
Baca Juga: Tollgate Wisata untuk Tingkatkan PAD, Dispar Sukabumi Siap Benahi Sektor Lainnya
Di sisi lain, perubahan ini membuka peluang lebih luas dalam pengembangan program studi lintas disiplin serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
"Transformasi ini merupakan langkah besar dalam perjalanan institusi. Kini, memasuki era baru sebagai sebuah universitas dengan komitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, menyelenggarakan pendidikan berkualitas, dan layanan terbaik," jelasnya.
"Kami bertekad untuk menjadi pusat keunggulan dengan terus mendorong inovasi yang berwawasan/ramah lingkungan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak positif bagi bangsa dan negara," tandasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Amien Suyitno, mengungkapkan bahwa dengan transformasi ini, UMN diharapkan dapat Menjadi Pusat Keunggulan Akademik, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi para mahasiswa.
Baca Juga: 3 Prajurit TNI di UNIFIL Kembali Terluka, Indonesia Desak DK PBB Bertindak
"Kita harus berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan berkarakter yang dibutuhkan dalam masyarakat khususnya untuk daerah Sukabumi umumnya di kancah nasional dan global yang terus berubah," ungkap Dirjen.
"Tidak mudah mengelola perguruan tinggi, harus dengan penuh dedikasi serta tanggungjawab moral terhadap lulusan. Ketika terjadi perubahan, maka bidang keilmuannya harus lebih universal lagi, sesuai kebutuhan di masyarakat," lanjutnya.
Dirjen menegaskan, UMN kedepan harus memiliki dan membuka Prodi-prodi yang kompetitif. Dimana semua lulusan bisa berkiprah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Cobalah kedepan UMN membuka Prodi yang bisa meningkatkan daya saing khususnya di Sukabumi. Modal sejarah, sosial dan intelektual harus dijadikan pondasi untuk maju dan berkembang. Dengan demikian, kampus ini diyakini akan semakin maju dan besar," pungkasnya.

