Ayep Zaki Targetkan APBD Kota Sukabumi Tembus Rp2 Triliun dan Digitalisasi ASN dengan AI

Sukabumiupdate.com
Kamis 26 Feb 2026, 22:35 WIB
Ayep Zaki Targetkan APBD Kota Sukabumi Tembus Rp2 Triliun dan Digitalisasi ASN dengan AI

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memaparkan visi besar transformasi daerah dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama seluruh pimpinan partai politik (parpol) di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (26/2/2026). Di hadapan perwakilan parpol parlemen maupun non-parlemen, Ayep menegaskan ambisinya untuk mendongkrak postur anggaran dan kualitas birokrasi.

Ayep mengakui memiliki "mimpi besar" agar Kota Sukabumi mampu mandiri secara finansial dengan target capaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di angka Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun.

"Upaya menuju ke sana dimulai tahun 2026. Target fase awal kami adalah APBD di angka Rp1,450 triliun. Jika ini tercapai, peningkatan anggaran secara bertahap ke angka Rp2 triliun bukan hal yang mustahil," ujar Ayep Zaki optimistis.

Reformasi SDM: ASN Berbasis AI dan Sistem Merit

Tak hanya soal angka, Ayep juga menyoroti pentingnya akselerasi kinerja birokrasi. Ia mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Sukabumi untuk mulai mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) guna mempercepat pelayanan publik.

"Kita terus melatih seluruh SDM yang ada. Kita juga mulai menggunakan teknologi AI untuk mempercepat tugas-tugas pemerintahan. ASN kita dorong menggunakan sistem, seperti sistem merit, manajemen talenta, dan sistem lainnya. Setiap bulan saya monitoring langsung," tegasnya.

Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Sebut 15 Aset Hibah KPK Berupa Rumah, Salah Satunya di Gang Isnen

Ia menambahkan, pertemuan dengan seluruh partai politik tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan politik demi kemajuan Kota Sukabumi.

"Secara khusus saya meminta dukungan dari seluruh partai politik, baik di parlemen maupun non-parlemen, untuk bersama-sama membangun Kota Sukabumi," tandasnya.

Respons Parpol

Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Sri Widagdo, menyambut positif langkah silaturahmi lintas partai tersebut. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antara kepala daerah dan parpol merupakan hal penting dalam mendukung pembangunan.

"Partai Golkar sangat positif dan mendukung kebijakan kepala daerah. Kami seribu persen mendukung Pak Wali Kota," ujar pria yang akrab disapa Ado.

Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti persoalan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya di wilayah Kecamatan Cikole yang dinilai masih banyak belum tertagih. Hal itu dinilai berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Tadi saya sampaikan agar RT dan RW bisa dilibatkan dalam membantu penagihan PBB. Sehingga target penerimaan bisa tercapai dan berdampak pada peningkatan PAD," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Sukabumi, Atut Wigati, menilai pertemuan tersebut sangat baik dalam menyelaraskan visi dan misi wali kota dengan partai politik.

"Pertemuan hari ini sangat baik. Banyak hal positif yang disampaikan. Pak wali kota ingin menyatukan seluruh partai politik untuk bersama-sama membangun Kota Sukabumi. Kami sangat mengapresiasi dan berharap komunikasi seperti ini terus berlanjut," ujarnya.

Ia menegaskan, PAN mendukung seluruh program Pemerintah Kota Sukabumi selama bertujuan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Senada, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Sukabumi, Ima Slamet, menilai pola komunikasi kepala daerah saat ini patut diapresiasi.

Menurutnya, selama satu tahun kepemimpinan Ayep Zaki, komunikasi antara kepala daerah dan partai politik terjalin dengan baik, khususnya dengan partai koalisi pengusung pasangan Ayep Zaki dan Bobby Maulana.

"Sebagai partai pengusung, kami tentu harus mengawal program pemerintahan. Memang tidak semua janji politik bisa terwujud dalam satu tahun. Ada yang belum terealisasi, tapi ada juga yang sudah berjalan. Ke depan, kami akan terus mengawal janji-janji politik tersebut karena semuanya butuh proses," jelas Ima.

Berita Terkait
Berita Terkini