SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah memastikan Tol Bocimi Seksi 3 yang saat ini masih pengerjaan bisa digunakan secara fungsional untuk arus mudik dan arus balik lebaran 2026. Kementerian PUPR tengah mengupayakan jalur sepanjang 4,9 km dari ujung tol Cibadak Parungkuda hingga menuju akses ke Karangtengah Cibadak, bisa dilintasi fungsional dengan aturan pembatasan kendaraan dan jam operasional selama momen libur lebaran Idul Fitri 2026.
Informasi terbaru progres tol bocimi seksi 3 dan rencana fungsional arus mudik lebaran 2026 ini dikabarkan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Senin (16/2/2026). Lewat akun medsos resminya, BPJT menginformasikan bahwa untuk mendukung kelancaran lalu lintas di wilayah Sukabumi, maka sebagian jalur proyek tol bocimi seksi 3 (Cibadak - Sukabumi Barat) tengah diupayakan bisa fungsional untuk arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
“Jalur fungsional tersebut adalah sebagian Seksi 3, yakni Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 km. Bagian ini tengah dipersiapkan untuk difungsionalkan sementara tanpa tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran lalu lintas,” tulis admin BPJT, yang juga menginformasi bahwa hingga saat ini progres pengerjaan Tol Bocimi seksi 3 sudah mencapai 71,95 persen.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Como 1907, Klub Italia yang Dimiliki Pengusaha Asal Indonesia
Jalur Fungsional Dijajal Satlantas Polres Sukabumi
Apa yang disampaikan BPJT ini tak berbeda dengan hasil pemantauan langsung jajaran satuan lalu lintas Polres Sukabumi, pada Rabu 11 Februari 2026. Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M. Yanuar Fajar, mengatakan dari hasil pengecekan, ruas yang memungkinkan difungsionalkan berada di Kilometer 72 hingga Kilometer 76, atau kurang lebih sekitar lima kilometer.
“Kalau sampai KM 76 itu mobil biasa dan minibus juga bisa karena track-nya sudah bagus dan sudah pengerasan. Namun setelah KM 76 jalurnya masih terputus dan sedang diupayakan,” ujarnya, kepada sukabumiupdate.com, Jumat (13/2/2026).
Ruas sepanjang lima kilometer itu menjadi kunci. Menurut Fajar, dengan kecepatan normal sekitar 50 kilometer per jam, jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih lima menit.
Baca Juga: Barongsai hingga Penyalaan Lilin, Ini Rangkaian Imlek di Vihara Widhi Sakti
Dari hasil pemantauan, sambung Fajar, kondisi medan KM 72 sampai KM 76 dinilai sudah cukup baik dan layak dilintasi kendaraan. Sementara di atas KM 76 hingga KM 77, struktur jalan masih berupa tanah dan dalam tahap pengerasan.
“Ini masih estimasi dan tergantung cuaca serta progres kontraktor. Mudah-mudahan dalam waktu sebulan atau menjelang Idul Fitri sudah layak dilintasi,” katanya.
Jika nantinya difungsionalkan, operasional kemungkinan diberlakukan terbatas pada pagi hingga sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, karena penerangan jalan belum memadai untuk operasional malam.
Baca Juga: Hiburan Malam Tutup, Warung Makan Mulai Jam 16.00 WIB: Aturan Ramadan di Sukabumi
Pengaturan arus pun akan bersifat situasional dan kemungkinan hanya satu lajur yang dibuka. "Saat arus mudik menuju Cibadak padat, jalur dapat difokuskan satu arah dari Bogor ke Cibadak. Sebaliknya, ketika arus balik meningkat, arah akan disesuaikan," tuturnya.





