SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial facebook baru-baru ini menyita perhatian publik. Pasalnya, pengunggah mengaku anaknya mendapatkan menu MBG (Makan Bergizi Gratis) MBG)dengan tahu bulukan serta sayur berlendir di salah satu sekolah yang ada di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. video dan foto menu MBG ini viral sejak pagi, sebelum sejumlah pelajar dan guru di Desa Loji dirawat ke Puskemas Simpenan karena keracunan.
Unggahan itu diketahui telah diupload sekira empat jam yang lalu dan telah dibagikan sebanyak 19 kali serta mendapatkan ragam komentar warganet. Selain itu pengunggah juga menyertakan beberapa foto dan video sebagai bukti menu MBG yang dianggap tidak layak disajikan kepada siswa.
Dalam beberapa video yang diunggah, seorang anak usia dini bahkan mempertanyakan kepada gurunya terkait tahu yang disajikan dalam keadaan busuk. Video lain juga menunjukkan para siswa seakan tak berani menyantap serta melaporkan kepada gurunya terkait tahu yang berjamur.
Baca Juga: Tahu Bulukan, Pelajar dan Guru di Loji Simpenan Keracunan Usai Santap Menu MBG
Unggahan tersebut juga menyertakan keterangan bahwa pihaknya mengaku telah berupaya memberikan masukan kepada pihak dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperbaiki kualitas menu, namun seakan tidak dihiraukan.
“Sudah berkali kali dikasih pemasukan agar memperbaiki kualitas menu mbg tapi tidak pernah ada perubahan, dulu pernah buahnya apel seperti buah jarak, sekarang tahu berjamur, sayur berlendir, bahkan menu sayur hari ini dan kemarin sama menu nya, coba perhatikan dengan seksama, buah busuk tiap hari ada aja yang komplain,” ungkapnya.
“Tolong bapak bupati bapak gubernur bapak camat Kades dan bapak ibu BGN yang terhormat adakan sidak ke dapur Anugrah Ratu Alam 1 Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kami sebagai orang tua wali murid minta kebijakan dari bapak-bapak terkait, sebelum anak-anak kami keracunan,” ucapnya.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia, Waspada Gelombang Tinggi Pesisir Sukabumi
Pelajar dan Guru Keracunan
Sejumlah pelajar dan guru Di Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengalami gejala keracunan tak lama setelah mengkonsumsi menu MBG (Makan Bergizi Gratis), Rabu (28/1/2026) siang. Para pasien diduga mengkonsumsi menu MBG yang sejak pagi viral di media sosial karena ada tahu bulukan atau busuk dan berjamur.
Pasien kini mendapatkan perawatan di Puskesmas Simpenan. Agus, keluarga dari salah seorang pasien pelajar mengungkapkan bahwa ponakannya mengalami muntah setelah makan menu MBG di Sekolah. “Keponakan saya sudah muntah enam kali, dua kali di rumah dan muntah lagi di sini, makanya dibawa ke Puskesmas,” ujar Agus saat ditemui di Puskesmas.
Sejauh ini ada empat pasien keracunan yang dibawa ke Puskesmas Simpenan, dua pelajar termasuk keponakan Agus dan dua orang guru. Gejala yang dialami para pasien sama, mual, muntah, lemas dan sesak nafas.
Baca Juga: Asal-usul Es Gabus, Jajanan Jadul yang Difitnah Berbahan Spons oleh Oknum TNI dan Polri
Menurut Agus, menu MBG di sekolah keponakannya ini sudah bermasalah sejak pagi saat dibuka oleh para pelajar dan guru. “Sejak pagi tadi kan viral di media sosial, menu MBGnya. Ada tahu busuk dan lain-lain. Saya juga sempat nanya ke SPPG nya,” beber Agus.
Menurut Agus dalam paket MBG tersebut terdapat beberapa menu, diantaranya nugget, jeruk, sayuran wortel, dan tahu yang diduga menjadi penyebab utama keracunan. “Menunya nugget, jeruk, sayur wortel, sama tahu itu,” katanya.
Agus menambahkan bahwa paket MBG ini dibagikan di beberapa sekolah di wilayah Simpenan, diantaranya Bojongkopo, Cimapag dan lainnya. Namun hingga saat ini, ia mengaku belum ada penjelasan dari tim medis puskesmas Simpenan. Termasuk tanggapan dari pihak dapur penyedia MBG kepada warga, orang tua siswa, maupun pihak sekolah.
“Belum ada jawaban dari pihak dapur, belum sama sekali,” pungkasnya.




