SUKABUMIUPDATE.com - Kepanikan melanda sebuah rumah warga di Kampung Lemburhuma, RT 02/12, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, setelah seekor baby kobra tiba-tiba muncul dan bersembunyi di sebuah kursi lipat, Jumat 16 Januari 2026. Pemilik rumah, Zahra, langsung menghubungi petugas Damkar Kabupaten Sukabumi setelah melihat ular tersebut di dalam rumahnya.
Laporan masuk ke petugas pada pukul 17.13 WIB. Tim Pos Damkar Sukaraja kemudian bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.35 WIB. Proses penanganan berlangsung selama 20 menit hingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan kerusakan maupun korban.
Kepala Pos Damkar Sukaraja, Ade Feri, menjelaskan bahwa ular ditemukan bersembunyi di kursi lipat yang berada di ruangan mengarah ke dapur. Ia menegaskan, meski ukurannya kecil, jenis cobra tetap memiliki tingkat bahaya yang tinggi.
Baca Juga: Edarkan Sabu, 2 Pemuda Sukabumi Berstatus Mahasiswa Dicokok Polisi
“Laporan diterima anggota kami, Mulyadin, Itu kan baby cobra ya, jadi yang namanya cobra walaupun masih kecil tentu dia punya sifat agresif yang sangat luar biasa. Walaupun masih kecil, dia sudah memiliki bisa yang cukup mematikan, sehingga rekan-rekan kami pada saat evakuasi sangat berhati-hati,” kata Ade kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (17/1/2025).
Ade Feri menyebutkan bahwa peningkatan kasus ular masuk rumah terjadi karena beberapa faktor, terutama perubahan cuaca.
“Sekarang banyak ular masuk rumah karena beberapa faktor. Pertama bahwa anomali cuaca sekarang perubahannya tidak bisa kita tebak, ini berpengaruh pada reptil apalagi jenis ular. Biasanya memasuki musim hujan di Januari sampai Maret mereka bertelur, menetas, dan menyebar,” jelasnya.
Baca Juga: TKW Asal Jampang Sukabumi Meninggal di Malaysia Usai Bekerja 10 Tahun
Ia juga mengingatkan bahwa ular biasanya memasuki pemukiman karena mencari makanan.
“Ular mempunyai sensor sangat sensitif untuk mendeteksi makanan, terutama tikus. Makanya usahakan di rumah kita jangan menumpuk barang yang tidak digunakan, jangan sampai bisa digunakan berkembang biak oleh reptil berbisa,” tambahnya.






