Pulang Umrah, 36 Warga Jampang Kulon Terhambat Longsor di Jalur Bagbagan–Kiaradua

Sukabumiupdate.com
Senin 15 Des 2025, 13:29 WIB
Pulang Umrah, 36 Warga Jampang Kulon Terhambat Longsor di Jalur Bagbagan–Kiaradua

Rombongan umroh asal Jampang Kulon, yang terjebak longsor di Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com – Longsoran yang menutup ruas Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua di Kampung Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sejak Senin (15/12/2025) dini hari, mengakibatkan mobilitas warga terganggu.

Akibat kejadian tersebut, warga yang ingin melintas terhambat karena puluhan kendaraan terjebak sejak pagi hari, dengan panjang antrean mencapai sekitar 1,5 kilometer. 

Salah satu warga yang terdampak adalah Rudi Suryadi (54), warga Jampang Kulon dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji & Umroh Al-Mansyuriyyah. Ia mengungkapkan, rombongan jemaah umrah berjumlah 36 orang terjebak akibat akses utama tidak bisa dilalui kendaraan besar.

Puluhan warga yang baru kembali dari ibadah umrah terpaksa terhambat dan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman mereka di wilayah Jampang Kulon.

“Kami pulang dari umrah, ada 36 orang. Awalnya menggunakan bus besar, tapi tidak bisa melintas karena jalan tertutup longsor, kita terhambat di Loji” ujar Rudi di lokasi, kepada Sukabumiupdate.com, Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Ini Jalur Alternatifnya, Akses Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua Ditutup Akibat Longsor

Menurut Rudi, rombongan akhirnya terpaksa turun di wilayah Loji dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain. Rombongan bahkan harus berganti angkutan umum. “Terhambatnya di Loji. Sampai ke sini kami naik angkot dua kali,” katanya.

Saat di titik longsor, Rudi dan rombongan umroh berjalan kaki untuk melewatinya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan lagi dengan menaiki kendaraan. Dimana tujuan akhir rombongan umroh tersebut ke wilayah Jampang Kulon, yang jaraknya masih cukup jauh dari lokasi mereka saat ini. “Kami mau ke arah Jampang Kulon, masih jauh dari sini,” ungkap Rudi.

Rudi menjelaskan, rombongan telah memperkirakan tiba lebih awal jika tidak ada hambatan di jalan. “Tadi perkiraan dari sana jam 6 pagi dan harusnya sampai Cinagen Kecamatan Jampang Kulon, jam 8 kalau tidak ada hambatan. Sekarang sudah jam 10 masih di sini,” jelasnya.

Saat ini, rombongan masih menunggu kedatangan barang bawaan mereka. “Kami sekarang menunggu koper yang belum datang. Koper dibawa mobil kecil,” tuturnya.

Meski kendaraan penjemput telah disiapkan yang akan membawa mereka ke wilayah Jampang Kulon, Rudi menuturkan perjalanan belum dapat dilanjutkan sebelum seluruh barang bawaan tiba di lokasi.

 

Berita Terkait
Berita Terkini