SUKABUMIUPDATE.com - Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Sukabumi, Anton Rachman Suryana, masuk dalam daftar tiga besar hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda AM TBW) Kota Sukabumi.
Hal tersebut diketahui dari pengumuman resmi Panitia Seleksi Nomor 11/PSDUDP-PDAM/2025 tentang Penetapan Tiga Besar Hasil Seleksi Terbuka Calon Dewan Pengawas dan Calon Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (Perumda AM TBW) Kota Sukabumi. Pengumuman yang diterbitkan pada 28 November 2025 itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi yang bertindak sebagai Ketua Pansel.
Dalam pengumuman tersebut, selain Anton, dua nama lainnya sebagai calon direkturperiode 2025-2030 adalah Dian Afriyandi dan Hj. Ila Rahayu. Sementara untuk calon dewan pengawas, terdapat tiga nama diantaranya: Martha Galuh Budianti, Novian Restiadi, dan Raden Imran Whardhani.
Baca Juga: Lantik Kades PAW Desa Pawenang Nagrak, Bupati Sukabumi Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab
Daftar Nama Calon Dewan Pengawas
1. Martha Galuh Budianti, S.STP., M.A.P.,
2. Novian Restiadi, A.Md., LLAJ., S.IP., M.Si.,
3. Raden Imran Whardhani, A.M.d., LLAJ., S.IP., M.Si.
Daftar Nama Calon Direktur
1. Anton Rachman Suryana, S.Sos., M.A.P.,
2. Dian Afriyandi, S.E., M.M.,
3. Hj. Ila Rahayu, S.T.
Harapan Wali Kota
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan akan segera mengumumkan pembukaan seleksi untuk jabatan Direktur Utama dan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi. Dalam proses seleksi ini, Ayep menekankan pentingnya profesionalisme dan pencapaian target kinerja sebagai syarat utama.
Seleksi ini merupakan bagian dari strategi Wali Kota Ayep Zaki dalam membentuk tim kerja unggulan atau The Winning Team di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Ia menyebut, pejabat yang terpilih harus benar-benar mampu mewujudkan visi-misi pembangunan daerah.
Selain kemampuan mencetak profit, calon pejabat juga diharapkan mampu menjaga aset perusahaan, memperkuat kondisi keuangan, dan membawa PDAM menjadi lebih sehat di tengah tantangan global dan nasional.
“Kita ingin Kota Sukabumi punya pemimpin-pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman. PDAM adalah salah satu sektor vital, maka harus dipimpin oleh orang yang benar-benar siap,” tambah Ayep.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan bebas dari praktik titipan jabatan atau KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Hal ini, katanya, merupakan bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menginginkan proses rekrutmen pejabat yang transparan dan akuntabel.
"Aspirasi itu kami tampung dan kami jalankan. Insya Allah, seleksi ini murni dan profesional,” pungkasnya.




